Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Erupsi Gunung Agung: Area Terdampak Letusan Masih Sempit

Kepala Subbidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana memastikan kondisi Gunung Agung saat ini tidak lebih berbahaya dibandingkan keadaan pada 2017 lalu lantaran area terdampak letusan yang tidak terlalu luas.
Ni Putu Wirat Eka
Ni Putu Wirat Eka - Bisnis.com 08 Juli 2018  |  10:55 WIB
Cahaya magma dalam kawah Gunung Agung terpantul pada abu vulkanis terlihat dari Desa Datah, Karangasem, Bali, Jumat (29/6/2018). - Reuters/Johannes P. Christo
Cahaya magma dalam kawah Gunung Agung terpantul pada abu vulkanis terlihat dari Desa Datah, Karangasem, Bali, Jumat (29/6/2018). - Reuters/Johannes P. Christo

Bisnis.com, AMLAPURA -- Kepala Subbidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana memastikan kondisi Gunung Agung saat ini tidak lebih berbahaya dibandingkan keadaan pada 2017 lalu lantaran area terdampak letusan yang tidak terlalu luas.

Menurutnya, jika dibandingkan dengan erupsi pada 2017, kondisi erupsi Gunung Agung tahun ini jauh lebih aman. Sebab, area yang terdampak hanya berada pada radius 2 km dari kawah Gunung Agung. Seperti letusan eksplosif strombolian pada Senin (2/7/2018), wilayah yang terdampak hanya sejauh 2 km.

Sementara, pada 2017 lalu, Gunung Agung sempat meletus vulkanian dengan keluarnya abu tebal dan pasir hingga radius 8 km.

"Dari segi eksplosivitas jangkauan hujan abu dan material lebih tebal tahun lalu," katanya, Sabtu (7/7/2018) malam di Pos Pantau Gunung Api Agung Kecamatan Rendang.

Kata dia, hanya saja pada Senin (2/7/2018) saat terjadi letusan strombolian, menghasilkan suara dentuman. Kondisi ini yang mengakibatkan masyarakat panik.

Padahal kondisi adanya suara dentuman tidak bisa menjadi tolak ukur bahaya suatu Gunung Api. Justru, keluarnya material dengan radius lebih luas seperti letusan pada 2017 yang lebih berbahaya.

"Ini belum mengkhawatirkan karena skala eksplosivitas erupsi terendah nomor dua, 2017 kan sampai vulkanian dan waktu itu ada hujan lebat," katanya.

Kata dia, letusan yang berbahaya adalah yang mengeluarkan magma kental. Sementara, pada saat ini, letusan yang dikeluarkan masih mengeluarkan lava cair saja.

Seperti misalnya Gunung Merapi yang hampir tiap letusannya merupakan katagori erupsi vulkanian. Letusannya pun terhitung luar biasa. Hal ini pula yang terjadi pada letusan Gunung Agung pada 1963. Namun, saat ini belum ada indikasi mengkhawatirkan dari Gunung Agung.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gunung agung
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top