11 Orang Tewas dan 45 Orang Hilang Akibat Hujan Deras di Jepang

Hujan deras yang mengguyur Jepang bagian barat dan tengah telah menewaskan 11 orang dan 45 orang dinyatakan hilang.
Nirmala Aninda | 07 Juli 2018 12:23 WIB
Warga diselamatkan dari area yang terendam banjir oleh tentara Jepang di Kurashiki, Jepang, Sabtu (7/7). - Kyodo via Reuters

Kabar24.com, JAKARTA -- Hujan deras yang mengguyur Jepang bagian barat dan tengah telah menewaskan 11 orang dan 45 orang dinyatakan hilang.

Sekitar 1,6 juta orang lainnya sudah dievakuasi dari rumah mereka. Dilansir dari Reuters, Sabtu (7/7/2018), Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan cuaca khusus di empat prefektur di sebelah barat pulau utama dan terbesar di Jepang, Pulau Honshu, terhadap bahaya bencana tanah longsor, meluapnya sungai dan angin kencang.

Mereka mengatakan meski dinding cuaca (weather front) antara Jepang bagian timur dan barat telah berangsur hilang, ada risiko hujan lebat masih akan terus berlanjut ketika udara hangat mengalir ke arah batas transisi udara tersebut. Weather front adalah area yang mempertemukan dua massa udara yang berbeda, satu area membawa udara hangat dan area yang berlawanan membawa udara dingin.

NHK melaporkan seorang pria di bagian barat kota Hiroshima meninggal setelah jatuh dari jembatan ke sungai, sedangkan seorang pria berusia 77 tahun di kota Takashima, Prefektur Shiga tewas setelah terseret arus ke sebuah kanal ketika dia bekerja untuk menyingkirkan puing-puing.

Dua orang lainnya dalam kondisi kritis dan dikhawatirkan tidak akan selamat setelah ditemukan di dalam gedung yang terkena longsor dalam keadaan sekarat. 

Sementara itu, seorang wanita berusia 95 tahun ditemukan di dalam reruntuhan rumahnya yang tertimbun longsor. Jumlah korban tewas sebelumnya ditetapkan sebanyak 4 orang pada Jumat (6/7).

Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga mengatakan sekitar 48.000 polisi, petugas pemadam kebakaran dan anggota Pasukan Bela Diri Jepang menangani lebih dari 100 kasus tanah longsor dan permohonan bantuan lainnya.

Pada Sabtu (7/7), Badan Manajemen Bencana dan Kebakaran memerintahkan lebih dari 1,6 juta orang untuk mengosongkan rumah mereka di tengah kekhawatiran banjir dan tanah longsor susulan.

Badan Meteorologi Jepang melaporkan di Motoyama, sebuah kota di Pulau Shikoku, curah hujan mencapai 583 milimeter (23 inci) turun dalam 24 jam antara Jumat dan Sabtu pagi.

Kantor berita Kyodo melaporkan beberapa sistem transportasi terhambat pada pulau utama di selatan Kyushu. Sebagian besar jalan tol tertutup tanah dan reruntuhan longsor di bagian utara pulau tersebut.

Tag : jepang, cuaca
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top