Renault dan Nissan Pertimbangkan Bentuk Holding

Renault SA dan Nissan Motor Co. menghabiskan dua tahun untuk memutuskan kemungkinan merger atau mencari mekanisme alternatif untuk mempererat kerjasamanya.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 05 Juli 2018  |  11:10 WIB
Renault dan Nissan Pertimbangkan Bentuk Holding
Ilustrasi. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Renault SA dan Nissan Motor Co. menghabiskan dua tahun untuk memutuskan kemungkinan merger atau mencari mekanisme alternatif untuk mempererat kerjasamanya.

Menurut sumber yang enggan disebutkan identitasnya, solusi untuk merekatkan dua perusahaan otomotif itu akan segera ditemukan sebelum Carlos Ghosn, direktur kedua perusahaan tersebut, mundur dari jabatannya sebagai CEO Renault pada 2022.

Ghosn yang saat ini menjabat sebagai CEO yang memiliki periode kerja selama 4 tahun di Renault sebelumnya menyatakan dia dapat berhenti bahkan sebelum waktunya berakhir.

Adapun saham Renault ditutup menguat 1,,3% di Paris, setelah naik setidaknya hingga 3,1%. Sementara itu, saham Nissan juga tumbuh 0,3% pada pukul 09.25 waktu Tokyo.

“Dua perakit mobil itu tengah di dalam pembicaraan mengenai opsi, termasuk memersiapkan holding perusahaan dan menempatkan Renault dan Nissan di bawah payung yang sama,” kata sumber tersebut, seperti dikutip Bloomberg, Kamis (5/7/2018).

Sebelumnya, Bloomberg melaporkan pada Maret bahwa Renault dan  Nissan sedang membicarakan untuk melakukan merger di bawah satu saham (single stock). Adapun hal tiu dapat membantu mereka menempatkan sumber daya yang lebh baik di dalam era baru motor listrik dan pengemudi otomatis.

Ghosn sejak saat itu mulai menurunkan ekspektasi tercapainya kesepakatan dengan cepat. Dia mengatakan, bayang-bayang kegagalan merger di industrinya telah semakin melebar.

“Aliansi secara berkelanjutan meninjau ulang opsi untuk mengevolusikan bisnis kami,” kata Jonathan Adashek, juru bicara aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi melalui surat elektronik.

Dia menjelaskan, tidak ada perubahan untuk operasional mereka maupun struktur pemegang saham yang harus diumumkan. Selain itu, belum ada pula pembingkaian waktu untuk hal tersebut.

Adapun perwakilan dari Nissan dan Renault masih belum memberikan komentar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
renault, nissan

Editor : Gita Arwana Cakti
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top