Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PBOC Berjanji Akan Jaga Nilai Yuan

China akan mempertahankan stabilitas mata uangnya pada level seimbang (ekuilibrium). Selain itu, bank sentral China (PBOC) juga akan tetap menjalankan kebijakan netralnya secara berhati-hati
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 03 Juli 2018  |  17:24 WIB
Yuan. - .Bloomberg
Yuan. - .Bloomberg

Kabar24.com, JAKARTA – China akan mempertahankan stabilitas mata uangnya pada level seimbang (ekuilibrium). Selain itu, bank sentral China (PBOC) juga akan tetap menjalankan kebijakan netralnya secara berhati-hati  

Hal itu disampaikan oleh Gubernur China Yi Gang sebagai pernyataan yang paling jelas dari bank sentral setelah yuan mulai melemah pada pertengahan Juni.

“[PBOC] akan menjaga tingkat nilai tukar yuan tetap stabil di level wajar dan seimbang,” katanya melalui pernyataan di laman resmi PBOC, seperti dikutip Bloomberg, Selasa (2/7/2018).

Yi mengungkapkan, para pembuat kebijakan tengah mencermati pasar valuta asing yang baru-baru ini memperlihatkan volatilitas. Adapun, lanjutnya, fluktuasi pasar keuangan kali ini sebagian besar dipicu oleh faktor seperti penguatan dolar dan ketidakpastian eksternal, serta beberapa perilaku pro-cyclical.

Beberapa bulan terakhir, yuan telah menjadi mata uang berperforma terburuk di Asia. Sejauh ini, yuan telah turun lebih dari 4% di hadapan dolar AS karena perekonomian domestik China melambat seiring dengan eskalasi perang dagang dengan AS.

Setelah pernyataan Yi Gang tersebut, yuan langsung menguat setelah diperdagangkan di bawah level 6,7 terhadap dolar AS.

“PBOC mengirimkan peringatan verbal dan intervensi terhadap laju terpuruknya yuan yang sangat cepat,” ujar Zhou Hao, ekonom di Commerzbank AG, Singapura.

Dia menilai, di dalam jangka pendek, yuan dapat menguat karena trader melakukan aksi ambil untung dari penurunan baru-baru ini. Namun, jika pasar menolak pernyataan PBOC dan terus menekan yuan, maka bank sentral mungkin perlu melakukan intervensi hebat untuk menguatkan sinyalmya.

Namun, Yi menegaskan, risiko keuangan China dapat dikendalikan. “China telah mengendalikan mekanisme tingkat valuta asing yang mengambang, yang berdasarkan pasar permintaan dan penawaran, dengan acuan beberapa mata uang,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

yuan pboc
Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top