Ledakan Rudal di Riyadh Getarkan Gedung KBRI

Empat rudal balistik yang meluncur di langit ibu kota Arab Saudi, Riyadh, pada Ahad malam (24/6) sekitar pukul 20.40 waktu setempat meledak di udara setelah dihadang oleh rudal Patriot milik Saudi, sehingga menyebabkan getaran keras pada kaca gedung Kedutaan Besar RI yang berada di kawasan Diplomatic Quarter.
Newswire | 25 Juni 2018 12:15 WIB
Gambar diambil dari video yang dibagikan oleh stasiun televisi Yaman pro-Houthi Al Masirah, Minggu (5/11/2017), memperlihatkan apa yang dikatakan sebagai peluncuran rudal balistik oleh pasukan Houthi yang ditujukan ke Bandara King Khaled di Riyadh. - Houthi Military Media Unit via REUTERS TV

Bisnis.com, JAKARTA-- Empat rudal balistik yang meluncur di langit ibu kota Arab Saudi, Riyadh, pada Ahad malam (24/6) sekitar pukul 20.40 waktu setempat meledak di udara setelah dihadang oleh rudal Patriot milik Saudi, sehingga menyebabkan getaran keras pada kaca gedung Kedutaan Besar RI yang berada di kawasan Diplomatic Quarter.

"Saat kejadiaan itu saya masih berada di ruangan KBRI dan tiba-tiba ada suara menggelegar dan semua kaca bergetar. Saya turun dari lantai tiga dan ponsel saya berdering ada panggilan dari istri yang juga ketakutan karena suara gemuruh tersebut," kata Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan petugas keamanan KBRI Syamsuddin memastikan bahwa ada rudal yang dihadang oleh rudal Patriot milik Saudi.

"Syamsuddin tidak berhasil mengabadikan tabrakan rudal tersebut karena cahaya dari benturan itu sangat menyilaukan mata," jelas Duta Besar Agus Maftuh.

Ia mengatakan guna mengantisipasi kemungkinan terburuk dari peristiwa-perisiwa semacam itu dan melindungi WNI yang tinggal di Saudi, KBRI sudah menyiapkan tim penanganan krisis atau "Crisis Management Team" (CMT) yang dikomandani oleh Atase Pertahanan KBRI, Kol. Inf. Drajat Bima Yoga.

Menurut Agus Maftuh, tim ini akan bergerak secara cepat dalam mengevakuasi para WNI yang berada di kawasan rawan seperti Najran dan Jizan yang berada di perbatasan Saudi-Yaman.

Dalam surat pribadi kepada Duta Besar RI, Menteri Dalam Negeri Arab Saudi, Abdulaziz bin Saud bin Naif bin Abdulaziz Al Saud, menegaskan bahwa Arab Saudi berkomitmen untuk melindungi semua warga negara Indonesia yang berada di Saudi dari serangan rudal-rudal tersebut.

"Pangeran Abdulaziz juga menegaskan bahwa Angkatan Udara Saudi mampu menangkis serangan-serangan tersebut," jelas Duta Besar.

Sementara itu, Juru Bicara Pasukan Koalisi Arab untuk Mendukung Legitimasi di Yaman, Kol. Turki Al-Maliki dalam keterangan resmi yang disiarkan oleh Kantor Berita Saudi Press Agency (SPA) menyatakan bahwa pada pukul 20.39 waktu setempat, Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi (RSADF) telah berhasil mencegat dua rudal balistik yang diluncurkan dari wilayah Sa'dah, Yaman yang mengarah ke tengah kota Riyadh.

Sejauh ini, belum ada informasi mengenai jumlah korban akibat serangan rudal tersebut.

Informasi dari lapangan menyebutkan sebagian pecahan rudal jatuh di sebuah titik di dalam kawasan Diplomatic Quarter (DQ) dimana semua kedutaan besar berada. Penjagaan pintu masuk ke DQ diperketat beberapa saat setelah jatuhnya pecahan rudal tersebut.

Serangan rudal ke Riyadh pada Ahad malam itu adalah yang kelima setelah beberapa serangan sebelumnya pada 4 November 2017 yang menargetkan Bandara International King Khaled.

Serangan-serangan sesudah itu terjadi pada 19 Desember 2017, serangan tiga rudal pada 25 Maret 2018 dan menyebabkan tewasnya seorang warga negara Mesir akibat terkena pecahan rudal, serta pada 9 Mei 2018.

Jumlah total rudal balistik yang berhasil dicegat oleh Angkatan Bersenjata Saudi lebih dari 155 buah. Sebagian besar rudal-rudal itu masuk ke wilayah Jizan dan Najran.

Sumber : Antara

Tag : arab saudi, riyadh
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top