KAPAL TENGGELAM DANAU TOBA: Diduga Lokasi di Kedalaman 450 Meter, Petugas Kerahkan Drone Bawah Air

Tim pencarian dan penyelamatan telah menemukan lokasi tempat kapal bermotor tenggelam di Danau Toba di Sumatra
Linda Teti Silitonga | 25 Juni 2018 09:34 WIB
Anggota tim penyelamat menggunakan perahu karet selama operasi pencarian untuk penumpang yang hilang setelah feri tenggelam awal pekan ini di Danau Toba di Simalungun, Sumatra Utara, Indonesia, 23 Juni 2018. - .Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA— Tim pencarian dan penyelamatan telah menemukan lokasi tempat kapal bermotor tenggelam di Danau Toba di Sumatra.

Seperti diketahui, kapal tersebut tenggelam pada Senin sore (18/6/2018), saat cuaca buruk. Diprediksi kapal membawa sekitar 200 penumpang.

Survei hidrografi mengidentifikasi, kapal bermotor tenggelam di kedalaman 450 meter, seperti dikemukakan Nanang Henky Suharto, direktur eksekutif di PT Mahakarya Geo Survey yang terlibat dalam pencarian seperti dikutip Reuters, Senin (25/6/2018).

Nanang mengatakan pihaknya akan melanjutkan penyelidikan lebih lanjut dengan mengerahkan drone bawah laut, untuk mengonfirmasi temuan.

"Karena kedalamannya, penyelam tidak bisa dikerahkan," katanya.

Penyelam ujar dia, turun hingga maksimum 40 meter untuk danau vulkanik.

Dilaporkan, sekitar 192 orang hilang, sebagian besar diyakini terperangkap di dalam perahu ketika kapal itu jatuh diterjang gelombang.

Seorang pejabat agen pencarian dan penyelamatan (Basarnas) mengatakan, akan menaikkan kapal untuk mengevakuasi korban.

Sementara itum Penteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi seluruh pihak yang dikabarkan telah berhasil menemukan objek terduga KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatra Utara.

"Saya mengapresiasi Basarnas, TNI dan Polri, masyarakat telah bekerja sama yang telah berhasil menemukan objek yang diduga KM Sinar Bangun. Namun demikian informasi terkait penemuan tersebut masih harus diklarifikasi lebih lanjut," kata Menhub Budi dalam keterangan tertulis di Jakarta, seperti dikutip Antara.

Tag : danau toba
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top