Survei Indo Barometer: Masalah Lapangan Kerja Jadi Isu Utama di Jateng

Lembaga survei politik Indo Barometer menyatakan masalah yang paling penting dan mendesak untuk segera ditangani di Provinsi Jawa Tengah adalah sulitnya lapangan pekerjaan.
Yodie Hardiyan | 20 Juni 2018 17:33 WIB
Pasangan calon gubernur dan wagub Jawa Tengah Sudirman Said (kedua kiri)-Ida Fauziyah (kiri) dan Ganjar Pranowo (kedua kanan)-Taj Yasin (kanan) mendeklarasikan Kampanye Damai Pilkada Jateng 2018 di Kompleks KPU Jateng, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (18/2). Kedua pasangan peserta Pilkada Provinsi Jateng mendeklarasikan berkampanye damai, antihoax, antipolitisasi SARA, dan antipolitik uang. ANTARA FOTO - Aditya Pradana Putra

Kabar24.com, JAKARTA — Lembaga survei politik Indo Barometer menyatakan masalah yang paling penting dan mendesak untuk segera ditangani di Provinsi Jawa Tengah adalah sulitnya lapangan pekerjaan.

Pernyataan itu disampaikan berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Indo Barometer di 35 kabupaten atau kota di Jawa Tengah terhadap 800 responden dengan tingkat kepercayaan 95% pada 7—13 Juni 2018.

Dari 800 responden, sebanyak 22,8% responden menyatakan sulitnya lapangan pekerjaan merupakan masalah yang paling penting dan mendesak untuk ditangani.

"Permasalahan mendesak di Provinsi Jawa Tengah yang banyak diungkap publik adalah sulit lapangan pekerjaan, mahalnya harga kebutuhan pokok, kondisi jalan dan jembatan yang masih kurang baik dan sulitnya kondisi ekonomi rakyat," papar Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari dalam acara pemaparan hasil riset dan diskusi, Rabu (20/6/2018).

Permasalahan itu disebut merupakan permasalahan yang menjadi pekerjaan rumah bagi gubernur baru periode 2018—2023.

Seperti diketahui, dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur akan berkompetisi dalam pemilihan gubernur Jawa Tengah yaitu Ganjar Pranowo berpasangan dengan Taj Yasin akan berhadapan dengan Sudirman Said yang berpasangan dengan Ida Fauziyah.

Berdasarkan data Indo Barometer, 67,3% responden yang merupakan warga Jawa Tengah menginginkan Ganjar Pranowo kembali menjadi Gubernur Jawa Tengah untuk periode 2018—2023.

Sisanya, Qodari menyatakan responden yang tidak menginginkan Ganjar Pranowo kembali menjadi Gubernur Jawa Tengah sebanyak 18,5%. Sebanyak 14,3% responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Selain masalah pekerjaan, harga kebutuhan pokok dan kondisi infrastruktur, para responden juga menyatakan banyaknya warga miskin, pupuk yang sulit didapat dan mahal, mahalnya biaya pendidikan dan sebagainya merupakan masalah yang penting dan mendesak untuk segera ditangani di Jawa Tengah.

Tag : Pilkada Serentak, pilgub jateng 2018
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top