Lebaran 2018, Akumulasi Sampah Jakarta Menyusut

Jumlah sampah warga Jakarta yang dikirim ke tempat pengolahan sampah terpadu atau TPST Bantar Gebang pada Idulfitri 2018 menurun. Pada hari pertama Lebaran, sampah yang masuk ke TPST berjumlah 1.286 ton dengan 326 rit truk sampah. Adapun sampah yang terkirim pada H+1 Lebaran berjumlah 2.060 ton yang dikirim oleh 409 rit truk sampah.
Mutiara Nabila | 17 Juni 2018 22:49 WIB
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang Bekasi - Bisnis.com/Muhammad Hilman

Bisnis.com, JAKARTA – Jumlah sampah warga Jakarta yang dikirim ke tempat pengolahan sampah terpadu atau TPST Bantar Gebang pada Idulfitri 2018 menurun.

Pada hari pertama Lebaran, sampah yang masuk ke TPST berjumlah 1.286 ton dengan 326 rit truk sampah. Adapun sampah yang terkirim pada H+1 Lebaran berjumlah 2.060 ton yang dikirim oleh 409 rit truk sampah.

Sehari menjelang Lebaran, jumlah sampah tercatat sangat tinggi mencapai 7.781 ton yang dikirim dengan 1.434 rit truk sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, volume sampah tahun ini menurun pada waktu sebelum hingga setelah Lebaran, namun polanya sedikit mengalami perubahan.

Menurut Isnawa, pada tahun-tahun sebelumnya, penurunan jumlah sampah terjadi pada saat cuti bersama dimulai, namun pada tahun ini kenyataannya hingga H-1 Lebaran jumlah sampah masih tinggi.

“Hal ini terjadi karena kami sebelumnya telah menginstruksikan kepada para supir truk sampah untuk mengosongkan Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS) di seluruh wilayah Jakarta jelang hari raya,” ujar Isnawa dalam keterangannya, Minggu (17/6/2018).

Strategi tersebut merupakan upaya agar TPS dapat menampung sampah dengan kapasitas maksimal pada Hari Raya hingga H+1 atau hari kedua Lebaran. Keputusan tersebut juga dilakukan agar lingkungan di sekitar TPST tetap nyaman, tidak berbau menyengat, dan terhindar dari risiko terkena penyakit karena perkembangbiakkan lalat dan faktor lainnya.

“Sampah jika lebih dari 3 hari berdiam di TPS sudah mulai membusuk dan membuat tidak nyaman lingkungan. Kita menghindari itu,” lanjutnya.

Saat ini, masih banyak warga Jakarta yang mudik dan liburan. Isnawa memperkirakan puncak tonase penanganan sampah akan terhadi pada H+7 hingga H+10 Lebaran, setelah cuti bersama selesai.

Dinas Lingkungan Hidup telah melakukan upaya antisipasi peningkatan tonase. Isnawa menuturkan bahwa nantinya saat para tukang yang bertugas mengumpulkan sampah kembali dari mudik, maka akumulasi sampah yang tertinggal di rumah-rumah warga akan mulai dikirim ke TPS.

"Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kami sudah mengantisipasi peningkatan tersebut. H+7 sampai dengan H+10 operasional pengangkutan sampah akan sangat optimal," kata Isnawa.

TPST Bantargebang akan tetap beroperasi 24 jam selama libur dan cuti bersama Idul Fitri 1439 H. Sebanyak 300 personel ditugaskan piket di tempat pengelolaan sampah TPST Bantargebang.

“Per hari ini dwilling time atau waktu truk sampah mengantri, menimbang sampah, dan menurunkan sampah sampah di sana di bawah 1 jam. Ini salah satu indikator pengelolaan TPST Bantargebang tetap normal.”

Berdasarkan data Dinas Kebersihan, rata-rata per hari berat sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang pada kondisi normal berkisar 7.000- 8.000 ton per hari dengan 1.300 - 1.400 rit truk sampah.

 
Tag : pengolahan sampah, sampah dki
Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top