PM Inggris Janjikan Anggaran Kesehatan Naik 20 Miliar Poundsterling

Kabar24.com, LONDON -- Perdana Menteri Inggris Theresa May berjanji untuk meningkatkan pendanaan layanan kesehatan National Health Services (NHS) sebesar 20 miliar Poundsterling setelah Brexit, sebagian besar dana berasal dari kenaikan pajak dan uang yang tidak akan lagi disalurkan kepada Uni Eropa.
Nirmala Aninda | 17 Juni 2018 18:09 WIB
Bendera Inggris bergambar Pangeran Harry dan tunangannya Meghan Markle diperjualbelikan di toko-toko di Windsor Inggris jelang pernikahan keduanya pada 19 Mei. - Reuters

Kabar24.com, LONDON -- Perdana Menteri Inggris Theresa May berjanji untuk meningkatkan pendanaan layanan kesehatan National Health Services (NHS) sebesar 20 miliar Poundsterling setelah Brexit, sebagian besar dana berasal dari kenaikan pajak dan uang yang tidak akan lagi disalurkan kepada Uni Eropa.

Pengumuman kenaikan anggaran yang disampaikan pada Minggu (17/6/2018) tersebut muncul setelah perselisihan pada parlemen setelah Brexit menyoroti kelemahan pada pemerintahan minoritas May.

"Sampai dengan 5 tahun, pada 2023 atau 2024, NHS akan mendapatkan ekstra 20 miliar poun jika dibandingkan dengan saat ini," kata May dalam wawancara yang direkam untuk siaran Radio LBC.

"Kami mengambil keuntungan bahwa kami memiliki uang yang tidak lagi dikirimkan ke Uni Eropa, dengan menginvestasikan dana sebesar itu kami ingin membangun masa depan NHS. Saya pikir kami harus berkontribusi lebih banyak," ujarnya.

Dilansir melalui Reuters, saat ditanyakan mengenai kenaikan pajak, May mengatakan menteri keuangannya akan menetapkan rencana sebelum tinjauan anggaran pengeluaran pemerintah tahun depan.

Dia mengatakan peningkatan kontribusi dari pembayar pajak akan dilakukan dengan cara yang "adil dan seimbang."

Pengumuman May bertepatan pula dengan peringatan 70 tahun NHS, lembaga pemerintah yang memberikan layanan kesehatan secara gratis kepada seluruh warga Inggris.

Hal ini bertujuan menumbuhkan persatuan dalam pemerintahan dan negara setelah perpecahan yang pahit selama 2 tahun terakhir akibat Brexit.

Rencana tersebut sengaja disampaikan sebagai pesan positif bagi 48% penduduk Inggris yang menyatakan agar Inggris tetap menjadi bagian dari Uni Eropa pada 2016 silam. Sebagian dari mereka masih tidak yakin tentang Brexit, mengingat hari-H keluarnya Inggris dari Uni Eropa sudah di depan mata.

Selama kampanye referendum 2016 tentang keanggotaan Uni Eropa, kubu pro-Brexit mengklaim bahwa Inggris mengirim 350 juta Pound per pekan kepada Uni Eropa padahal seharusnya uang itu dibelanjakan pada NHS.

Klaim itu sangat kontroversial karena angka tersebut tidak memperhitungkan rabat Inggris yang cukup besar atau pembayaran yang mengalir dari Uni Eropa ke Inggris, sehingga secara luas terlihat melebih-lebihkan kontribusi Inggris untuk blok tersebut.

Meskipun memilih untuk hengkang dari Uni Eropa, Inggris akan terus melakukan pembayaran kepada Uni Eropa selama beberapa dekade untuk menyelesaikan tagihan keluar sekitar 39 miliar Poundsterling.

Dalam wawancaranya, May mendapatkan banyak perhatian sebab rencana pendanaan NHS tersebut melebihi klaim dana yang diberikan Inggris kepada Uni Eropa.

Dua puluh miliar pound per tahun adalah sekitar 384 juta pound per minggu.

Jeremy Hunt, Menteri Kesehatan Inggris, yang juga berkampanye agar Inggris tetap di Uni Eropa, dilansir melalui Sunday Telegraph mengatakan bahwa janji May tersebut "dapat menyatukan kita semua."

Tag : inggris, Theresa May
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top