Jepang Tak Akan Beri Bantuan Ke Korut Sampai Kasus Penculikan Warga Tuntas

Sejumlah sumber dari pemerintahan Jepang menyebutkan negara tersebut tengah menanti pertemuan antara Perdana Menteri Shinzo Abe dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.
Juli Etha Ramaida Manalu | 14 Juni 2018 18:44 WIB
PM Jepang Shinzo Abe - Reuters

Kabar24.com, MEDAN— Sejumlah sumber dari pemerintahan Jepang menyebutkan negara tersebut tengah menanti pertemuan antara Perdana Menteri Shinzo Abe dengan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono menyebutkan pertemuan antara keduanya akan membuahkan hasil terkait dengan penculikan warga Jepang oleh pihak Korea Utara.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (14/6/2018), Abe menempatkan isu mengenai penculikan warga Jepang untuk dilatih menjadi mata-mata sebagai prioritas utamanya. Dia berjanji menahan bantuan ekonomi hingga masalah tersebut mendapat penyelesaian seiring dengan wacana denuklirisasi.

Pada 2002, Korea Utara mengakui telah meculik 13 warga Japang sekitar tahun 1970-an dan 1980-an. Lima orang diketahui kembali ke Jepang. Abe mengatakan dirinya tidak akan berhenti hingga warga yang disebut masih diculik bisa kembali ke negaranya.

Jepang sendiri mempercayai bahwa ada 17 warganya yang diculik dan lima di antaranya telah dipulangkan. Adapun Korea Utara mengatakan 8 orang warga Jepang yang diculik telah meninggal dunia sedangkan empat lainnya tak pernah menginjakkan kaki di negara tersebut.

Media Jepang menyebutkan kemungkinan Abe mengunjungi Pyongyang akan terjadi secepatnya pada Agustus.

Spekulasi tekait pertemuan Kim dan Abe kerap muncul secara berkala, khsusnya ketika dukungan Abe melemah. Namun, seorang anggota partai berkuasa menyebutkan pada Maret lalu bahwa pertemuan tersebut harus mengikuti KTT Korut-Kersel dan KTT Amerika Serikat-Korsel.

Sumber dari pihak pemerintahan, salah satunya termasuk yang terlibat langsung dalam hal ini, menyebutkan bahwa pejabat Jepang berencana untuk mendiskusikan soal pertemuan dengan Korea Utara pada Kamis dan Jumat di Ulaanbaatar, Ibukota Mongolia.

Seorang sumber berbeda menyebutkan kemungkinan lain, Abe akan bertemu Kim di sela-sela Economic Eastern Forum yang akan diadakan pada September di Vladivostok kendati mungkin akan sulit menentukan waktu yang pas karena Abe akan menghadapi pemilihan partai penguasa di waktu yang sama.

 Di Seoul, Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono mengatakan bahwa Abe berkeinginan menyelesaikan isu ini dengan berbagai cara dan jalur dengan Korea Utara.

“Jika para pemimpin bertemu, maka harus dilakukan pertemuan puncak yang akan menghasilkan resolusi terkait isu ini dan ke depan kita akan berkoordinasi,” katanya.

 

Tag : jepang, korea utara, korea selatan, penculikan
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top