Menjelang KTT Korut, Trump Banyak Dapat Arahan Soal Korut

Presiden AS Donald Trump meninggalkan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Negara Kelompok 7 (G7) lebih awal untuk langsung bertolak ke Singapura dan menghadiri KTT dengan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, Sabtu (9/6/2018).
Dwi Nicken Tari | 09 Juni 2018 15:37 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden AS Donald Trump meninggalkan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Negara Kelompok 7 (G7) lebih awal untuk langsung bertolak ke Singapura dan menghadiri KTT dengan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, Sabtu (9/6/2018).

Juru Bicara Gedung Putih Sarah Sanders menyampaikan Asisten Bidang Hubungan Ekonomi Internasional Everett Eissenstat akan mewakili Trump untuk melanjutkan pembicaraan di KTT G7. Trump pun hanya memiliki waktu 24 jam untuk berunding dengan mitra dagangnya terkait isu perdagangan.

KTT AS-Korut pada 12 Juni 2018 di Singapura akan menjadi pertemuan perdana antara Trump, seorang mantan bintang televisi yang suka membuat orang bertanya-tanya langkahnya, dan Kim, seorang pewaris dinasti yang berjanji akan menekan ambisi nukirnya.

Menjelang KTT, Trump telah menerima arahan, baik secara verbal maupun tertulis, mengenai apa yang dapat dilakukan ketika bertemu dengan Kim.

Kendati demikian, seorang pejabat AS yang enggan disebutkan identitasnya, menilai Trump akan tetap mengikuti intuisinya lebih dari apapun.

"Arahan tersebut terdiri atas penjelasan sejarah keluarga Kim, sejarah bubarnya kesepakatan dengan Pyongyang, dan status program nuklir dan misil balistik milik Korut," kata seorang sumber yang mengerti jalannya diskusi, seperti dilansir Reuters, Sabtu (9/6).

Para ajudan Trump dikabarkan ingin agar Presiden menggunakan sentuhan personal ketika membangun rasa saling percaya dengan Kim. Seperti diketahui, kedua pemimpin negara tersebut telah melakukan banyak hal untuk mengeratkan hubungan mereka setelah saling menyerang dan mengancam siapa yang memiliki nuklir yang lebih besar.

Salah seorang sumber yang dekat dengan sang Presiden mengingatkan, Trump telah mencapai banyak kesepakatan dengan keahlian dan teknik yang berbeda-beda di dalam setiap perundingan selama sedekade berprofesi sebagai pebisnis, sebelum memasuki Gedung Putih  18 bulan lalu, 

"Namun, ini sangat berat, bagi orang yang tidak terbiasa dengan dunia diplomasi alih-alih lebih terbiasa dengan membaca 'kartu'," kata sumber tersebut.

Adapun kritik mulai muncul bahwa cara pendekatan personal ala Trump berisiko untuk digunakan dalam pembicaraan dengan Korut. Pasalnya, Korut telah mengingatkan Washington bahwa senjata nuklirnya dapat menyentuh daratan AS.

 

Tag : amerika serikat, korea utara
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top