Cak Imin Klaim Satu-satunya Cawapres Dukungan Warga NU

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar mengklaim hingga kini warga Nahdatul Ulama (NU) tidak memiliki alternatif calon wakil presiden selain dirinya.
John Andhi Oktaveri | 27 Mei 2018 22:36 WIB
Warga Nahdliyin mengikuti deklarasi dukungan untuk Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) maju di Pilpres 2019, di Pondok Pesantren Bahrul Hidayah Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (17/2/2018). - ANTARA/Budi Candra Setya
Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar mengklaim hingga kini warga Nahdatul Ulama (NU) tidak memiliki alternatif calon wakil presiden selain dirinya.
 
Dengan demikian, ujarnya, dia optimistis pasangan capres-cawapres Jokowi-Cak Imin (JOIN) akan segera terwujud. Dia mengatakan hingga kini posko relawan JOIN telah tersebar di lebih dari 15.000 titik.
 
Hal itu disampaikannya pada acara “Buka Puasa Bersama” di kediaman Wakil Ketua MPR, Minggu (27/5/2018). Turut hadir pada acara itu Menpora Imam Nachrawi, Menristek dan Perguruan Tinggi Muhammad Nasir, Menaker Hanif Dakhiri serta beberapa anggota DPR seperti Abdul Kadir Karding dan Arzetti Bilbina.

Menurutnya, komitmen pendukung PKB dan kalangan warga NU untuk mengajukan dirinya sebagai calon wakil presiden untuk mendampingi Presiden Jokowi hingga kini tidak berubah.

“Mendukung Cak Imin jadi wapres itu pasti. Sementara ini yang ada hanya JOIN, belum ada yang lain,” ujarnya. Namun demikian dia mengakui ada sejumlah parpol yang juga mengajukan ketua umumnya untuk mendamingi Jokowi pada Pilpres 2019.

Ketika ditanya soal Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang juga diajukan Golkar untuk mendampingi Jokwi, Cak Imin mengatakan  hal itu biasa saja . Akan tetapi, dia mengklaim  dirinyalah yang pertama mengajukan diri untuk menjadi calon pendamping Jokowi dan hal itu telah diberitahukan kepada presiden.

“Pendirian JOIN itu atas izin Presiden Jokowi,” ujar Cak Imin. Hanya saja dia juga mengakui tentu akan ada pertimbangan lain dari Presiden Jokowi.

Menurutnya, selain mempertimbangkan kepentingan elektroal, penentuan calon wapres juga memperhitungkan soal makro politik dan agenda politik 2014. “Semua akan dikomparasikan mana yang terbaik dan kita saling buka diri. Kalau tak ngambil saya nyesal,” ujarnya.

Pada bagian lain Cak Imin mengatakan bahwa setelah acara buka Puasa Bersama hari ini, dia juga akan mengundang para ketua umum partai politik untuk acara serupa. "Kita undang ketua partai politik, baik yang mendukung pemerintah maupun oposisi," ujarnya. Acara itu menurutnya tinggal menunggu konfirmasi.

Acara kumpul-kumpul tersebut, ujarnya, merupakan bentuk kebersamaan. "Kumpul-kumpul baik untuk Indonesia yang kompak, solid, dan bersatu," ujarnya.

Tag : Pilpres 2019
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top