Menoleransi Geng, Bantuan ke Negara Bagian Amerika Dipotong

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan akan memotong dana bantuan ke negara-negara bagian di AS yang tidak berupaya menghentikan anggota geng MS-13 masuk ke AS secara ilegal.
Ilham Budhiman | 24 Mei 2018 21:20 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan akan memotong dana bantuan ke negara-negara bagian di AS yang tidak berupaya menghentikan anggota geng MS-13 masuk ke AS secara ilegal.

Hal ini diungkapkan Trump pada sebuah acara di Bethpage, Long Island, New York, Rabu kemarin.

"Kami telah melihat struktur bantuan kami. Ini akan diubah secara drastis," kata Trump pada Kamis WIB (24/5/18).

MS-13 atau geng Mara Salvatrucha didirikan di Los Angeles sekitar 1980-an untuk melindungi imigran dari El Savador. Sejak itu, kelompok tersebut berkembang menjadi organisasi kriminal lintas batas yang besar.

Kelompok ini menurut Departemen Kehakiman AS memiliki total 30.000 anggota di seluruh dunia dan 10.000 di Amerika Serikat.

Trump menegaskan perang melawan geng tersebut sebagai bagian utama dari dorongannya untuk membendung arus imigran yang masuk secara ilegal ke AS. Pekan lalu dia menyebut anggota geng tersebut sebagai binatang.

"Saya memanggil mereka 'binatang' dan saya disambut dengan teguran. Bagi saya mereka binatang. Mereka bukan manusia, mereka adalah binatang," kata Trump.

Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein mengatakan anggota geng MS-13 mengincar anak-anak tanpa pendamping  yang menyeberang ke Amerika Serikat secara ilegal, yang sebagian besar harus dibebaskan dari tahanan.

"Beberapa mengembangkan ikatan geng," kata Rosenstein.

Trump mendengar permohonan untuk tindakan terhadap MS-13 ini dari Evelyn Rodriguez, yang putrinya berusia 16 tahun, Kayla Cuevas, dibunuh oleh anggota gang MS-13 di Long Island pada 2016.

"Kita seharusnya tidak menoleransi perilaku seperti ini sama sekali," katanya.

Sumber : Reuters

Tag : amerika serikat, Donald Trump
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top