Terorisme Hanya Rekayasa? Polri Minta Penuding Berikan Bukti

Markas Besar Kepolisian RI menantang pihak-pihak yang menuding aparat keamanan merekayasa peristiwa teror di Indonesia untuk memberikan bukti.
Newswire | 21 Mei 2018 15:59 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Markas Besar Kepolisian RI menantang pihak-pihak yang menuding aparat keamanan merekayasa peristiwa teror di Indonesia untuk memberikan bukti.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan bahwa Polri meminta pihak-pihak yang mengatakan bahwa peristiwa teror di Jawa Timur dan Riau merupakan rekayasa agar dapat memberikan bukti.

"Kalau ada yang bilang rekayasa, sutradara sehebat apapun dari Hollywood, tidak bisa merekayasa kasus [kerusuhan] Mako Brimob, [kasus bom bunuh diri] Surabaya, Sidoarjo, Riau. Polri minta bukti siapa pun yang menyampaikan bahwa itu [kasus teror] rekayasa. Mana buktinya?" kata Brigjen Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Senin (21/5/2018).

Menurut dia, beberapa netizen telah ditangkap oleh polisi karena menuliskan ujaran kebencian dan fitnah di media sosial terkait peristiwa bom bunuh diri yang terjadi dalam sepekan terakhir.

Polri pun menyesalkan pihaknya dituduh merekayasa sejumlah kasus teror di Indonesia.

"Kebebasan mengemukakan pendapat berbeda dengan menyatakan hatespeech [ujaran kebencian]. Polri tidak nyaman dengan cap rekayasa. Siapa pun yang menyebutkan rekayasa, kami tunggu buktinya," ucap Iqbal, menegaskan.

Sepekan lalu, pada Minggu (13/5) pagi, tiga gereja yang ada di Surabaya diserang oleh teroris dengan cara meledakkan diri menggunakan bom. Akibat kejadian itu, belasan orang meninggal dunia dan puluhan orang mengalami luka-luka.

Kemudian terjadi penyerangan kelompok teroris di Mapolda Riau pada Rabu (16/5) pagi. Polisi berhasil menembak mati empat teroris yang terlibat dalam penyerangan itu. Namun, seorang polisi anggota Polda Riau, Ipda Auzar meninggal dunia akibat ditabrak mobil pelaku.

Sumber : Antara

Tag : bom, terorisme
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top