Cambridge Analytica Ajukan Dokumen Kebangkrutan

Cambridge Analytica (CA) mengajukan dokumen kebangkrutan Pengadilan Kepailitan AS Distrik Selatan New York.
Dwi Nicken Tari | 20 Mei 2018 17:12 WIB
Kantor Cambridge Analytica in London, Inggris. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Cambridge Analytica (CA) mengajukan dokumen kebangkrutan Pengadilan Kepailitan AS Distrik Selatan New York.

Kebangkrutan itu diajukan pascaskandalnya dengan Facebook Inc. pada Maret terungkap. Adapun CA dilaporkan masih memiliki jutaan data pengguna Facebook yang diambil secara ilegal.

Perusahaan konsultan politik tersebut telah menutup seluruh operasional di negara asalnya, Inggris, dan mendaftarkan kewajiban (liabilities) sebesar US$1 miliar hingga US$10 miiar.

Petisi Chapter 7 untuk melikuidasi afiliasinya di Amerika Serikat – termasuk SCL Elections Ltd., SCL USA Inc., dan SCL Social Ltd – telah ditandatangani oleh anggota dewan direksi Rebekah Mercer dan Jennifer Mercer.

Kedua anggota direksi tersebut merupakan anak perempuan dari Manajer Hedge Fund di New York, Robert Mercer, yang mendukung Donald Trump dalam kampanye presiden dan membantu membentuk kembali politik konservatif AS.

Adapun, kasus kebangkrutan di Amerika dapat menjelaskan beberapa hubungan dan keuangan perusahaan, karena proses hukum AS lebih transparan daripada yang ada di Inggris, dan kreditur dapat menggunakan hukum kepailitan untuk menarik informasi dan menyelidiki transfer aset. 

Cambridge Analytica yang bekerja untuk kampanye Trump pada Pemilu AS 2016, mengumumkan pada 2 Mei 2018 lewat situs resminya, mereka telah kehilangan semua pelanggan dan penyuplai sebagai hasil dari laporan bahwa perusahaan mendapatkan informasi jutaan pengguna Facebook Inc.

Adapun CA memasukkan daftar krediturnya, termasuk Facebook, Target, dan Google, tanpa menentukan ukuran atau jenis klaim yang mereka miliki. 

Sementara itu, Juru bicara Facebook menolak memberi komentar. Perwakilan untuk Google dan Target juga belum memberi komentar.

Perusahaan analisis data lainnya yang juga menjadi kreditur CA, termasuk perusahaan intelijen pemasaran global Datorama yang berbasis di New York, perusahaan spesialis industri ritel AS dan Australia Media Analytics, perusahaan yang memiliki teknologi untuk mengendalikan akses pembangunan Datawatch Systems, dan jaringan untuk profesional kesehatan Doximity Inc.

Adapun Robert Mercer, yang mengadu peruntungannya lewat jabatan sebagai co-CEO Renaissance Technologies telah menjadi penopang keuangan CA, bersama dengan Steve Bannon dan Breitbart News.

Adapun Emerdata Ltd., perusahaan yang berbasis di London, tercatat sebagai pemilik langsung dari 89,5% Cambridge Analytica LLC.

Nigel Oaker, pendiri afiliasi CA di Inggris SCL Group, menyatakan awal bulan ini bahwa Emerdata juga berada di bahwa administrasi pengadilan, menyanggah spekulasi bahwa perusahaan konsultan itu dapat tetap hidup lewat entitas baru.

Kreditur lainnya yang tercatat di dalam laporan filling tersebut juga termasuk BlackBerry Ltd., Oracle Corp., dan Comcast Corp., begitu juga Komisi Pemilu  Federal, Komisi Bursa dan Sekuritas AS, dan perusahaan-perusahaan pengacara umum di Connecticut, New Jersey, dan Massachusetts.

Seorang whistle-blower dari CA mengumumkan pada Maret 2018 bahwa CA telah mengambil data pengguna Facebook untuk memengaruhi pemilih dalam Pemilu AS.

Dia pun telah disidang di hadapan komite parlemen Inggris dengan menggambarkan bahwa CA merupakan perusahaan yang menggunakan data ilegal dan melakukan hacking untuk memenangkan Trump.

Partai Demokrat yang bertemua dengan whistle-blower tersebut pada April menilai infomasinya sangat ‘mengganggu’.

Tag : pailit, facebook
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top