Kader Terbelit Korupsi, Elektabilitas Partai Perindo Terancam Tenggelam

Elektabilitas Partai Perindo diperkirakan akan tersungkur setelah salah satu kadernya ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi karena diduga terlibat tindak pidana korupsi.
MG Noviarizal Fernandez | 17 Mei 2018 14:45 WIB
Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud (tengah) menjalani pemeriksaan di BNN terkait penemuan narkoba di ruang kerjanya - Antara/M Agung Rajasa

Bisnis.com, Jakarta - Elektabilitas Partai Perindo diperkirakan akan tersungkur setelah salah satu kadernya ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi karena diduga terlibat tindak pidana korupsi.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin mengatakan tertangkapnya Dirwan Mahmud, Bupati Bengkulu Selatan yang juga menjabat Ketua DPW Bengkulu Partai Persatuan Indonesia (Perindo), akan membuat eletablitas partai besutan Hary Tanoesoedibjo itu menurun.

Partai Perindo baru akan mengikuti Pemilihan Umum pada tahun 2019 mendatang. Kasus yang terjadi pada Dirwan Mahmud dinilai benar-benar mencoreng citra partai.

“Dengan maraknya pemberitaan soal penangkapan Bupati Dirwan Mahmud hari ini akan semakin membuat citra Partai Perindo tenggelam," ujarnya, Kamis (17/5/2018).

Akademisi dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini meminta semua partai termasuk Perindo tegas terhadap kadernya yang terjerat korupsi.

“Ini memerlukan ketegasan. Bila tidak, pembangunan di negara ini akan terhambat dan jauh dari target,” tuturnya..

Terkait kembali tertangkapnya kepala daerah karena tersangkut korupsi, Ujang mengingatkan kepada semua pimpinan dan kepala daerah untuk tidak bermain-main soal korupsi.

Ia menambahkan, saat ini semua lini masyarakat sudah terserang permasalahan korupsi. Ujang menilai saat ini Indonesia sedang dalam status darurat korupsi.

"Soal korupsi ini jangan main-main, karena negara kita ini sedang darurat korupsi, dan partai-partai pun harus sadar akan hal ini," pungkasnya.

Tag : korupsi, Partai Perindo
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top