Menaker : Mismatch Angkatan Kerja Indonesia Capai 63%

Menteri Ketenagakerjaan Indonesia Hanif Dhakiri menyebutkan, ketidaksesuaian antara jumlah angkatan kerja dengan lapangan kerja yang tersedia di Indonesia masih tinggi. Hal itu diakuinya menjadi salah satu pekerjaan rumah yang besar bagi Pemerintah Indonesia.
Yustinus Andri DP | 20 April 2018 16:48 WIB
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, SEMARANG—Menteri Ketenagakerjaan Indonesia Hanif Dhakiri menyebutkan, ketidaksesuaian antara jumlah angkatan kerja dengan lapangan kerja yang tersedia di Indonesia masih tinggi.

Hal itu diakuinya menjadi salah satu pekerjaan rumah yang besar bagi Pemerintah Indonesia.

Menurut Hanif, persentase ketidaksesuaian tersebut saat ini mencapai 63%. Hal itu membuat cukup banyak pekerja yang bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Alhasil, produktivitas yang dihasilkan para pekerja kurang maksimal.

“Ini jadi perhatian kami juga, bagaimana mendorong agar kebutuhan di lapangan kerja sesuai dengan kompetensi lulusan,” ujarnya, Jumat (20/4).

Untuk itu dia mengklaim tengah bekerjasama dengan kementerian dan lembaga terkait terutama di sektor pendidikan untuk menyusun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Di sisi lain, pemerintah juga berupaya mendorong siswa untuk masuk ke jurusan perguruan tinggi atau sekolah vokasi yang memiliki kebutuhan lulusan yang besar.

“Saat ini kami sedang berupaya mendorong agar jurusan atau program studi yang menghasilkan lulusan di sektor jasa di sekolah tinggi atau vokasi, jumlahnya meningkat. Sebab di masa depan perkiraan kami sektor jasa akan menjadi yang berkembang,” lanjutnya.

Selain itu pihaknya juga akan mendorong pertumbuhan balai pelatihan atau pusat kursus untuk menambah skill tenaga kerja Indonesia.

Hal itu tak lepas dari perkembangan industri secara global yang berubah dan bergerak sangat cepat, sehingga membutuhkan tenaga kerja terampil yang besar.

Tag : lapangan kerja, angkatan kerja
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top