Pentagon Suntik US$200 Juta untuk Sistem Rudal AS

Dilansir CNBC, sistem rudal antibalistik Angkatan Darat AS, atau Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) menjadi salah satu elemen kunci dalam pertahanan rudal balistik militer AS. Kontrak modifikasi senilai jutaan dolar tersebut ditujukan untuk meng-upgrade THAAD dan rudal PAC-3.
Aprianto Cahyo Nugroho | 19 April 2018 07:33 WIB
Prajurit AS berjalan dekat peluncur rudal pertahanan Patriot saat latihan di pangkalan miliiter di Sochaczew, dekat Warsawa (21/3/2015). - Reuters/Franciszek Mazur/Agencja Gazeta

Kabar24.com, JAKARTA – Sistem senjata Lockheed Martin milik Amerika Serikat yang membuat Korea Utara takut baru saja mendapat suntikan dana dari Departemen Pertahanan senilai US$200 juta.

Dilansir CNBC, sistem rudal antibalistik Angkatan Darat AS, atau Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) menjadi salah satu elemen kunci dalam pertahanan rudal balistik militer AS. Kontrak modifikasi senilai jutaan dolar tersebut ditujukan untuk meng-upgrade THAAD dan rudal PAC-3.

Tahun lalu, AS mengirim dua peluncur THAAD ke Korea Selatan sebagai tanggapan atas peningkatan uji coba rudal dan nuklir Korea Utara.

THAAD adalah salah satu sistem rudal paling canggih di bumi ini dan dapat menargetkan serta menembakkan rudal langsung dari peluncur berbasis truknya.

Rudal pengintervensi yang ditembakkan dari peluncur THAAD tidak membawa hulu ledak dan sebaliknya menggunakan energi kinetik murni untuk melakukan serangan "menembak untuk mematikan " ancaman rudal balistik.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berbicara menentang keputusan bilateral oleh Washington dan Seoul untuk menempatkan THAAD di semenanjung Korea. Setelah pengumuman tersebut, Korea Utara melakukan uji coba rudal balistik kapal selam KN-11 untuk balas dendam.

Di bawah kepemimpinan Kim, negara tersebut telah melakukan uji coba nuklirnya yang paling kuat, meluncurkan rudal balistik antarbenua pertama, dan mengancam akan meluncurkan rudal ke perairan dekat Guam.

Sejak 2011, Kim telah menembakkan lebih dari 85 rudal dan melakukan empat tes senjata nuklir, melebihi yang dilakukan ayahnya, Kim Jong Il, dan kakeknya, Kim Il Sung.

Pengumuman kontrak Pentagon ini datang setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Direktur CIA Mike Pompeo bertemu dengan Kim bulan lalu untuk meletakkan dasar bagi pertemuan potensial antara Kim dan Trump.

Pertemuan yang dinanti ini akan menjadi yang pertama antara para pemimpin yang duduk di Korea Utara dan Amerika Serikat.

Tag : amerika serikat, rudal
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top