Dua Korea Dikabarkan Bakal Akhiri Konflik Militer Berkepanjangan

Korea Selatan dan Korea Utara dikabarkan sedang mendiskusikan rencana untuk mengumumkan berakhirnya secara resmi konflik militer antara kedua negara yang secara teknis masih berperang.
Renat Sofie Andriani | 17 April 2018 16:29 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berbicara dengan delegasi Korea Selatan yang dipimpin oleh Chung Eui-yong di Pyongyang, Korea Utara, 6 Maret 2018. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Korea Selatan dan Korea Utara dikabarkan sedang mendiskusikan rencana untuk mengumumkan berakhirnya secara resmi konflik militer antara kedua negara yang secara teknis masih berperang.

Surat kabar Korsel Munhwa Ilbo, mengutip informasi seorang pejabat Korea Selatan, mengabarkan Presiden Korsel Moon Jae-in dan pemimpin Korut Kim Jong-un kemungkinan akan merilis pernyataan bersama pada agenda pertemuan tingkat tinggi pekan depan.

Kedua negara tetangga ini disebut dapat menyatakan akan berusaha meredakan ketegangan militer dan mengakhiri konfrontasi.

Hingga saat ini, belum ada perjanjian damai resmi yang ditandatangani antara dua Korea tersebut untuk menggantikan gencatan senjata 1953 yang mengakhiri Perang Korea.

Keberhasilan pertemuan Moon Jae-in dan Kim Jong-un nanti berpotensi membuka jalan bagi tatap muka langsung pertama antara Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Selama ini, Semenanjung Korea tetap terbagi dalam kebuntuan, dengan barisan militer Korea Selatan yang didukung Amerika Serikat menghadapi lebih dari satu juta pasukan Korea Utara.

“Mengakhiri status konflik adalah inti dari semuanya. Perdamaian itu serumit denuklirisasi. Harus juga ada proses yang benar-benar memberikan kedamaian,” kata John Delury, associate professor studi China di Universitas Yonsei di Seoul, dikutip Bloomberg, Selasa (17/4/2018).

Beberapa isu yang perlu diatasi untuk benar-benar mengakhiri konflik antara kedua negara mencakup keberadaan ratusan ribu pasukan pada Zona Dimiliterisasi Korea, salah satu area yang memiliki penjagaan terketat di dunia.

Isu lain yang perlu dipertimbangkan adalah keberadaan patroli kapal selam dan kapal laut; aliansi militer Korea Selatan dengan AS; serta artileri Korea Utara yang ditujukan pada Korea Selatan.

Tag : korea utara, korea selatan
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top