DUTA BESAR RI UNTUK FIJI MERANGKAP KIRIBATI, NAURU, DAN TUVALU, RADEN MOHAMMAD BENYAMIN SCOTT CARNADI: "Kita Terlalu Fokus ke Utara"

Bisnis.com, JAKARTA Negara-negara kepulauan di kawasan Pasifik acap kali dilupakan. Padahal, deretan negara kepulauan tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak tetangga Indonesia. Republik Fiji menjadi salah satu yang terbesar dan bisa menjadi salah satu mitra penting Indonesia pada masa mendatang. Untuk menggali perkembangan hubungan diplomatik, peluang bisnis dan investasi di kawsan Pasifik, Bisnis berkesempatan mewawancarai Raden Mohammad Benyamin Scott Carnadi, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Fiji merangkap Republik Kiribati, Republik Nauru, dan Tuvalu. Berikut Petikannya:
Fitri Sartina Dewi | 15 April 2018 19:22 WIB
Raden Mohammad Benyamin Scott Carnadi, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Fiji merangkap Republik Kiribati, Republik Nauru, dan Tuvalu. - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Negara-negara kepulauan di kawasan Pasifik acap kali dilupakan. Padahal, deretan negara kepulauan tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak tetangga Indonesia. Republik Fiji menjadi salah satu yang terbesar dan bisa menjadi salah satu mitra penting Indonesia pada masa mendatang.

Untuk menggali perkembangan hubungan diplomatik, peluang bisnis dan investasi di kawsan Pasifik, Bisnis berkesempatan mewawancarai Raden Mohammad Benyamin Scott Carnadi, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Fiji merangkap Republik Kiribati, Republik Nauru, dan Tuvalu. Berikut Petikannya:

 

Apa yang menjadi visi Anda ketika menjadi Duta Besar untuk Fiji?

Visi besarnya, kami ingin menjadikan KBRI Suva, Ibu Kota Fiji, satu-satunya KBRI—yang berada di tengah Pasifik itu—sebagai ujung tombak diplomasi Indonesia di Kawasan Pasifik.

Di Pasifik ini ada sekitar 14 negara dan Fiji adalah salah satu yang terbesar dan termapan serta memiliki konektivitas yang cukup baik sebetulnya. Namun, [konektivitas] bukan ke arah kita melainkan ke Amerika. Mereka punya penerbangan langsung ke San Fransisco dan Los Angeles, lalu ke Singapura tetapi tidak tiap hari.

Apakah konektivitas ini akan menjadi salah satu agenda yang diperjuangkan?

Tentu, karena sesuai dengan arahan Presiden [Joko Widodo] yaitu memperkuat diplomasi ekonomi. Salah satu komponen penting dari diplomasi ekonomi adalah penguatan konektivitas itu, sektor perhubungan.

Bagaimana dua negara bisa berhubungan secara ekonomi kalau tidak memiliki jalur perkapalan untuk angkut barang misalnya. atau untuk hubungan antarmanusianya. Yang paling baik memang dengan jalur udara.

Teman-teman di Suva melakukan market intelligence, ternyata barang-barang Indonesia cukup banyak di sana tetapi kebanyakan masuk via Singapura. Kalau dari angka perdagangan, pada 2017 tidak besar yakni US$22 jutaan dan surplusnya ada di kita. Surplus hampir US$20 jutaan sedangkan mereka hanya US$500.000.

Tag : fiji, rubrik ambassador
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top