Presiden Jokowi Bahas Program Prioritas 2019 Bersama Para Menteri dan Kepala Lembaga

Presiden memimpin sidang kabinet paripurna dengan topik pembahasan ketersediaan anggaran dan pagu indikatif serta program prioritas 2019.
David Eka Issetiabudi | 09 April 2018 16:55 WIB
Presiden Joko Widodo - Antara/Puspa Perwitasari

BIsnis.com, JAKARTA—Presiden Joko Widodo hari ini, Senin (9/4/2018) mengumpulkan seluruh Menteri dan  Kepala Lembaga di Istana.

Presiden memimpin sidang kabinet paripurna dengan topik pembahasan ketersediaan anggaran dan pagu indikatif serta program prioritas 2019.

Dalam pembukaan sidang kabinet, Presiden Jokowi menekankan tiga hal kepada para Menteri/Kepala Lembaga. Pertama soal alokasi anggaran APBN yang harus fokus dan diprioritaskan untuk hal-hal strategis.

“Kalau enggak strategis, enggak usah,” tutur Kepala Negara, di Istana Negara, Senin (8/4/18).

Presiden menyampaikan, selama 3,5 tahun terakhir fokus kerja pemerintah pada infrastruktur. Terlihat pada akhir 2014, pemerintah sudah menggelontorkan anggaran Rp170-an triliun untuk belanja di sektor ini.

Dia mengatakan setelah pemerintah fokus ke infrastruktur, anggaran belanja telah melampaui Rp300-an triliun. Setelah menggarap berbagai program infrastruktur strategis, saat ini pemerintah mengarahkan fokus belanja pada investasi bidang sumber daya manusia.

“Kita siapkan tahun ini programnya, dan kita jalannya tahun depan,” tegas Presiden.

Kendati demikian, fokus pada investasi SDM tidak hanya terlihat dari perubahana struktur anggaran semata tanpa menunjukkan kegiatan yang massif di sektor tersebut. Presiden pun meminta setiap kementerian dan lembaga menyusun program kerjanya.

“Jangan hanya tambahan anggaran tapi kegiatannya tidak kelihatan,” tuturnya.

Presiden juga meminta setiap kementerian dan lembaga tidak mengecer anggaran belanjanya. Dia mencontohkan, seperti mata anggaran untuk pameran yang ada di 17 kementerian. Menurutnya, pameran yang ideal adalah promosi besar yang dapat membangun brand image produk nasional.

“Kalau hanya satu atau dua stand dan deket toilet buat apa? Malah menurunkan brand kita,” katanya.

Selain itu, Presiden Jokowi menyinggung anggaran riset yang ada di Balai Penelitian dan Pengembangan di setiap kementerian. Jika dikumpulkan, anggaran untuk riset mencapai Rp24,9 triliun.

Kepala Negara menegaskan agar desain penelitian disusun lebih dahulu, dan fokus pada pencapaian yang konkret.

Terakhir, Presiden Jokowi meminta agar koordinasi dan konsolidasi menjadi kunci yang ada. Dia meminta para pembantunya menghilangkan sikap ego sektoral dan ego kepala lembaga.

“Kebijakan lintas lembaga harus dibicarakan bersama,” tegasnya.

 

Tag : dari istana, Presiden Joko Widodo
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top