Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

7 Teroris belum Tertangkap, Operasi Tinombala Diperpanjang Hingga Juni 2018

Mabes Polri akan memperpanjang masa Operasi Tinombala yang habis pada akhir Maret 2018 dan diperpanjang selama 3 bulan mulai April-Juni 2018 mengingat masih ada beberapa anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Sansoto yang masih belum tertangkap di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 29 Maret 2018  |  14:19 WIB
Prajurit melakukan penjagaan saat Operasi Tinombala 2016 di Posko Operasi Tinombala 2016 Sektor II Tokorondo, Poso, Sulawesi tengah, Selasa (16/8/2016). - Antara
Prajurit melakukan penjagaan saat Operasi Tinombala 2016 di Posko Operasi Tinombala 2016 Sektor II Tokorondo, Poso, Sulawesi tengah, Selasa (16/8/2016). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Mabes Polri akan memperpanjang masa Operasi Tinombala yang habis pada akhir Maret 2018 dan diperpanjang selama 3 bulan mulai April-Juni 2018 mengingat masih ada beberapa anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Sansoto yang masih belum tertangkap di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri, ‎Brigjen Pol Mohammad Iqbal‎ masih merahasiakan anggaran yang akan dikeluarkan Polri ‎untuk memperpanjang operasi tersebut. Namun operasi yang sudah dimulai sejak 10 Januari 2016 tersebut akan terus diperpanjang setiap 3 bulan hingga 7 orang anggota teroris pimpinan Kelompok Santoso yang tersisa ditangkap semua.

"Jadi memang benar Operasi Tinombala ini akan selesai pada 30 Maret 2018 dan kami akan memperpanjang masa operasi ini selama 3 bulan ke depan mulai 1 April-Juni 2018 karena masih ada 7 orang teroris yang masih ‎belum tertangkap di Poso," tuturnya kepada Bisnis hari ini Kamis (29/3/2018)

Dia menjelaskan komposisi kekuatan operasi tinombala masih terdiri dari unsur TNI dan Polri.‎ Menurutnya, Satgas Gabungan Operasi Tinombala juga akan mengedepankan upaya preventif dan preemtif serta melakukan imbauan kepada masyarakat sekitar Poso untuk tetap berhati-hati dengan kelompok teroris yang masih tersisa itu.

"Anggota kami yang tergabung pada Operasi Tinombala itu masih terus melakukan patroli dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dengan kelompok teroris ini," katanya.

Sebelumnya, ‎Kepolisian didesak untuk memaksimalkan Operasi Tinombala agar bisa segera menangkap seluruh anggota teroris kelompok pimpinan Santoso yang masih buron di wilayah Poso, Sulawesi Tengah sehingga dapat mencegah peristiwa Marawi juga terjadi di Poso.

Pengamat Teroris dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Robi Sugara optimistis Kepolisian tidak hanya bisa mencegah terjadinya peristiwa Marawi melebar hingga ke Poso, tetapi juga dapat mencegah peredaran senjata api ilegal yang digunakan teroris di Indonesia jika Operasi Tinombala dimaksimalkan Kepolisian.

“Operasi tinombala ini bisa mencegah peredaran senjata ilegal dan mencegah peristiwa Marawi terjadi di Poso,” ujarnya.

Baca juga: Jokowi Perintahkan Satgas Tinombala Kejar 7 Anggota Mujahidin Indonesia Timur

Seperti diketahui, Kepolisian memperpanjang Operasi Tinombala mulai Januari-Maret 2018 yang bertujuan untuk memburu 7 orang sisa teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang diketuai oleh Santoso yang tewas pada 2016 lalu.

Nama teroris yang tersisa itu di antaranya adalah Ali Muhammad alias Ali Kalora alias Ali Ambon, Muhammad Faisal alias Namnung alias Kobar, Qatar alias Farel, Nae alias Galuh, Basir alias Romzi, Abu Alim dan Kholid.

Kepolisian memperpanjang Operasi Tinombala pada Januari 2018 dan akan berakhir pada Maret 2018 karena periode operasi itu hanya berlangsung selama tiga bulan. Operasi Tinombala, tidak hanya diisi oleh anggota Polri, tetapi juga melibatkan TNI, TNI AD, dan Brimob.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Operasi Tinombala
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top