Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Satu Gerbong KA Lodaya Anjlok di Garut

Satu gerbong Kereta Api Lodaya relasi Solo-Bandung anjlok di kilometer 226+8 antara Stasiun Bumi Waluya-Warung Bandrek Kabupaten Garut pada Kamis (22/3/2018) sekitar pukul 14.12 WIB.
Maftuh Ihsan
Maftuh Ihsan - Bisnis.com 22 Maret 2018  |  17:39 WIB
Ilustrasi : Penumpang menunggu kereta api di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (29/11/2017). - ANTARA/Rivan Awal Lingga
Ilustrasi : Penumpang menunggu kereta api di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (29/11/2017). - ANTARA/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, BANDUNG—Satu gerbong Kereta Api Lodaya relasi Solo-Bandung anjlok di kilometer 226+8 antara Stasiun Bumi Waluya-Warung Bandrek Kabupaten Garut pada Kamis (22/3/2018) sekitar pukul 14.12 WIB.

Manajer Humas KA Daop 2 Bandung, Joni Martinus mengatakan, gerbong yang anjlok merupakan nomor urut ketiga dari sembilan gerbong rangkaian KA Lodaya.

"Gerbong anjlok saat KA Lodaya akan menuju Bandung," ujar Joni saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis (22/3/2018).

Menurutnya, Daop 2 Bandung sudah mengirimkan kereta penolong atau crane dari Stasiun Bandung menuju lokasi untuk mengevakuasi gerbong yang anjlok.

Menurutnya, akibat anjloknya gerbong tersebut, beberapa perjalanan kereta api terganggu. KA Kutojaya selatan relasi Kutoarjo-Kiara Condong tertahan di Stasiun Cipendeuy. KA Serayu relasi Pasar Senen-Kiaracondong-Purwokerto tertahan di Stasiun Cibatu.

"Penumpang kereta-kereta yang tertahan tersebut diberikan service recovery sesuai ketentuan perusahaan," kata dia.

Sementara penumpang KA Lodaya yang mengalami anjlokan segera dievakuasi dengan mengalihkan perjalanan menggunakan enam bus dari Stasiun Bumiwaluya, Kabupaten Garut menuju Kota Bandung.

"Untuk saat ini kami masih fokus pada upaya normalisasi dan juga pelayanan kepada penumpang kereta api. Penyebabnya akan kami selidiki," kata dia.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kereta api

Sumber : Antara

Editor : Maftuh Ihsan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top