Satu Orang Terluka Setelah Rangkaian Aksi Pemboman di AS Berlanjut

Satu orang terluka setelah sebuah bom meledak di Texas, AS, dalam serangkaian aksi pemboman yang telah terjadi sejak awal Maret 2018 di negara bagian itu.
Annisa Margrit | 21 Maret 2018 08:25 WIB
Petugas keamanan mengumpulkan bukti-bukti di luar kantor FedEx setelah sebuah bom meledak di Texas, AS, Selasa (20/3). - Reuters/Sergio Flores

Bisnis.com, JAKARTA -- Satu orang terluka setelah sebuah bom meledak di Texas, AS, dalam serangkaian aksi pemboman yang telah terjadi sejak awal Maret 2018 di negara bagian itu.

Otoritas Austin, Texas melaporkan peristiwa itu terjadi pada Selasa (20/3/2018) pukul 19.00 waktu setempat. Austin-Travis County Emergency Medical Services (ATCEMS), tim medis pertama yang sampai di lokasi, menyampaikan melalui akun Twitter-nya bahwa korban adalah seorang pria berusia sekitar 30 tahun dan mengalami luka serius tapi tidak sampai mengancam nyawanya.

Dilansir dari CBS News, Rabu (21/3), bom yang meledak berada di dalam sebuah paket. Bom tersebut meledak di sebuah lokasi pengumpulan donasi amal.

Lokasi tersebut berjarak sekitar 3 mil atau 5 kilometer (km) dari lokasi bom sebelumnya. Beberapa jam sebelum kejadian ini, bom juga meledak di sebuah pusat distribusi jasa pengiriman FedEx.

Bom di FedEx, yang juga disimpan di dalam sebuah paket, melukai seorang pegawai perempuan. Bom yang meledak berisi paku dan pecahan logam.

Sebuah paket berisi bom lainnya, yang ditemukan di fasilitas FedEx dekat bandara internasional di Austin, tengah diperiksa oleh otoritas setempat.

Aparat keamanan menyampaikan peristiwa ini memiliki kaitan dengan empat pemboman sebelumnya yang terjadi di negara bagian itu.

Kepolisian Austin, Texas, AS telah meningkatkan pengamanan usai serangkaian bom parsel menewaskan dua orang sejak awal bulan ini. Pada Senin (19/3), BBC melaporkan pihak kepolisian Texas menawarkan hadiah sebesar US$100.000 kepada masyarakat yang memberikan informasi mengenai siapa yang bertanggung jawab atas serangkaian pemboman yang terjadi sejak awal bulan ini.

Selain menawarkan hadiah, polisi meminta masyarakat untuk tidak menyentuh paket apapun yang tidak mereka ketahui siapa pengirimnya.

Pemerintah Texas pun menyatakan akan memberikan hadiah uang senilai US$15.000 untuk mengungkap dalangnya.

Tercatat dua orang tewas, keduanya pria kulit hitam, akibat serangkaian bom parsel tersebut. Bom pertama meledak pada Kamis (2/3) dan menewaskan Anthony Stephan House di rumahnya.

Lalu, 2 bom berikutnya meledak 10 hari kemudian, dan diketahui terkait dengan peristiwa pertama. Draylen William Mason, penerima bom kedua, meninggal ketika membawa paket tersebut ke dalam rumah. Ledakan yang terjadi membuat ibunya cedera berat.

Sementara itu, bom ketiga melukai seorang perempuan Hispanik. Ada dugaan bom ini sebenarnya ditujukan untuk orang lain.

Bom keempat meledak pada Minggu (18/3) dan melukai dua orang pria kulit putih. Paket berisi bom itu diletakkan di pinggir jalan area pemukiman.

Dengan demikian, korban luka-luka dari aksi pemboman ini tercatat mencapai lima orang. 

Sumber : CBS News, BBC

Tag : bom
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top