Rencana Tatap Muka Trump-Kim Jong Un Didukung Pejabat AS

Sejumlah pejabat Amerika Serikat (AS) membela keputusan Presiden Donald Trump untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Keputusan ini disebut diambil bukan untuk pertunjukan ataupun hadiah kepada Pyongyang.
Renat Sofie Andriani | 12 Maret 2018 07:49 WIB
Presiden Amerka Serikat Donald Trump. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Sejumlah pejabat Amerika Serikat (AS) membela keputusan Presiden Donald Trump untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Keputusan ini disebut diambil bukan untuk pertunjukan ataupun hadiah kepada Pyongyang.

“Presiden Trump tidak melakukan ini untuk teater. Dia akan memecahkan masalah,” kata Direktur Central Intelligence Agency (CIA) Mike Pompeo dalam program “Fox News Sunday”, seperti dikutip Reuters.

Lebih lanjut, Pompeo dan Menteri Keuangan Steve Mnuchin pada Minggu (11/3) waktu setempat mengharapkan Korea Utara menghentikan semua uji coba nuklir dan rudal sebelum pertemuan apapun digelar.

Pertemuan tersebut bertujuan denuklirisasi Semenanjung Korea, sesuatu yang telah disepakati oleh Kim Jong Un untuk didiskusikan. Menurut Pompeo, latihan militer AS di wilayah tersebut akan berlanjut menjelang perundingan.

Seperti diketahui, Trump menerima undangan Kim Jong Un untuk bertemu pada Mei mendatang setelah ketegangan selama berbulan-bulan mengenai perkembangan program nuklir dan rudal Pyongyang.

Trump akan menjadi presiden AS yang pertama kali bertemu dengan seorang pemimpin Korut yang dikenal sebagai negara terisolasi. Kedua pria kontroversial itu akan saling bertatap muka, setelah berulang kali melontarkan retorika terhadap masing-masing.

Sejauh ini masih belum ada tempat ataupun tanggal pasti untuk pertemuan itu. Meski demikian, pengumuman Trump atas rencana bertemu Kim Jong Un telah memicu berbagai reaksi.

Pejabat Korea Selatan yang menyampaikan undangan Kim Jong Un ke Washington diagendakan mengunjungi pemimpin China dan Jepang pekan ini ini untuk memberikan update terkait rencana ini, menurut seorang pejabat kepresidenan Korea Selatan pada hari Minggu.

China, aliansi utama Korea Utara, telah mendorong dialog mengenai program nuklir Pyongyang. Media negaranya pada hari Sabtu memuji Beijing karena membantu meredakan ketegangan.

Tampaknya Trump juga memiliki pendapat serupa terhadap China. “China terus membantu!” tulis Trump dalam akun Twitternya pada hari Sabtu.

Di sisi lain, sebagian pihak Demokrat serta sesama rekan Trump di kubu Republik mengatakan Amerika Serikat seharusnya menuntut konsesi sebelum mengabulkan undangan Korea Utara untuk bertemu.

“Sebelum mendapatkan hadiah semacam itu, kita harus bersikeras agar mereka membuat beberapa perubahan nyata, perubahan yang dapat diverifikasi untuk program-program mereka,” ujar Senator Partai Demokrat Elizabeth Warren kepada NBC.

Warren mengungkapkan kekhawatirannya Korea Utara akan 'mengambil keuntungan' dari Trump.

Pompeo dan Mnuchin meresponsnya dengan menyatakan Amerika Serikat tidak akan membuat konsesi dan akan terus menekan Korea Utara dengan mempertahankan sanksi-sanksi ekonomi dan sikap pertahanan AS yang kuat sebelum pertemuan tersebut.

Keduanya juga menolak kritik bahwa keputusan Trump untuk bertemu telah kian mengangkat nama pemimpin Korea Utara tersebut di panggung internasional.

“Pemerintahan ini memiliki pandangan yang awas dan seksama, sepanjang waktu pembahasan ini terjadi, tekanan akan terus meningkat di Korea Utara,” tambah Pompeo di CBS.

Tag : kim jong un, Donald Trump
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top