Korut Siap Bertemu AS, Ivanka Trump Diabaikan

Pemerintah Korea Utara membuka kesempatan berdiskusi dengan pemerintah Amerika Serikat (AS). Namun pihak Gedung Putih menegaskan setiap pembicaraan dengan pemerintahan Kim Jong Un harus berujung pada penghentian program nuklirnya.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 26 Februari 2018  |  09:46 WIB
Korut Siap Bertemu AS, Ivanka Trump Diabaikan
Ivanka Trump - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Pemerintah Korea Utara membuka kesempatan berdiskusi dengan pemerintah Amerika Serikat (AS). Namun pihak Gedung Putih menegaskan setiap pembicaraan dengan pemerintahan Kim Jong Un harus berujung pada penghentian program nuklirnya.

Menghadiri upacara penutupan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, delegasi Korea Utara dilaporkan bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae In serta menyatakan kesediaan Korut untuk berdiskusi dengan AS.

Dalam pernyataan yang dirilis staf pemerintahan Presiden Moon, delegasi Pyongyang mengatakan bahwa perkembangan hubungan antara Korut-Korsel serta antara Korut dan Amerika Serikat harus berjalan beriringan.

Seperti diketahui, gelaran Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang telah mengangkat hubungan antara Korut-Korsel. Hubungan kedua negara bertetangga ini bergejolak selama lebih dari satu tahun akibat meningkatnya ketegangan mengenai program rudal serta uji coba nuklir Korut yang bertentangan dengan sanksi PBB.

Salah satu komitmen yang dibawa Moon Jae In dalam pemilihan tahun lalu memang upaya memperbaiki hubungan dengan Korea Utara.

Pada Jumat (23/2), AS mengumumkan menerapkan paket sanksi terbesar yang bertujuan membuat Korea Utara menghentikan program nuklir dan rudalnya. Pada Minggu (25/2), media Korea Utara meresponnya dengan menuding AS telah melancarkan provokasi konfrontasi di semenanjung Korea.

Gedung Putih tidak bergeming dan menegaskan sanksinya akan terus berlanjut.

“Kami akan melihat apakah pesan Pyongyang hari ini, bahwa pihaknya bersedia mengadakan pembicaraan, merupakan langkah pertama di sepanjang jalan menuju denuklirisasi,” kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

“Sementara itu, Amerika Serikat dan dunia harus terus mempertegas bahwa program nuklir dan rudal Korea Utara adalah jalan buntu,” lanjut Gedung Putih.

Minus Interaksi dengan Ivanka Trump

Presiden Moon Jae In, delegasi Korea Utara, dan Ivanka Trump, putri Presiden Donald Trump, berada di antara pejabat yang menghadiri upacara penutupan Olimpiade pada hari Minggu (25/2).

Meski demikian, Ivanka, yang berlaku sebagai penasihat senior Gedung Putih, tidak berinteraksi dengan delegasi Korea Utara, menurut seorang pejabat senior pemerintah AS. Padahal Ivanka dan delegasi Korut tersebut tampak oleh kamera berdiri berdekatan.

Ivanka bertemu dengan Presiden Moon pada hari Jumat (23/2) sebagai bagian dari perjalanan akhir pekan memimpin delegasi AS menghadiri upacara penutupan.

Korut sendiri mengirimkan mantan kepala intelijen militer Kim Yong Chol, seorang pejabat yang dituding berada di balik serangan mematikan pada 2010 terhadap sebuah kapal perang Korea Selatan, untuk memimpin delegasi Korut.

Kehadiran Kim Yong Chol memicu kemarahan keluarga 46 pelaut yang terbunuh dalam serangan torpedo itu dan mengancam langkah pendekatan yang diupayakan pemerintah Seoul untuk menciptakan apa yang disebut 'Peace Games'.

Korea Utara sendiri telah membantah keterlibatannya dalam tenggelamnya kapal tersebut.

Pemerintah Korsel mengabarkan adanya pertemuan antara Presiden Moon dan Kim Yong Chol di Pyeongchang sebelum upacara penutupan

Sebelumnya, sekitar 100 anggota parlemen konservatif Korea Selatan dan aktivis melakukan aksi duduk di dekat perbatasan dengan Korea Utara, untuk memprotes kedatangan Kim Yong Chol. Aksi mereka dihadapi sekitar 2.500 polisi Korea Selatan.

Delegasi Korea Utara kemudian mengambil rute yang berbeda. Hal ini mendorong partai oposisi Korea Liberty Party menuding pemerintahan Moon atas penyalahgunaan kekuasaan dan tindakan pengkhianatan dengan mengalihkan iring-iringan mobil Korut untuk melindunginya dari demonstrasi tersebut.

Trump Beri Peringatan

Pada pembukaan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang, Korea Utara mengutus Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, menghadirinya.

Sontak Kim Yo Jong menjadi pusat perhatian dunia, terutama saat dia tampil di acara pembukaan dan hanya berdiri beberapa meter dari Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence. Namun tidak ada satupun kata terlontar dari keduanya kepada masing-masing saat itu.

Kim Yo Jong dan Kim Yong Chol adalah pejabat Korea Utara paling senior yang mengunjungi Korea Selatan dalam lebih dari satu dekade. Pemimpin Korea Utara itu kemudian mengatakan ingin menciptakan iklim rekonsiliasi dan dialog yang hangat.

Di sisi lain, Presiden Trump dalam pengumuman sanksi barunya pada hari Jumat, memperingatkan adanya 'fase dua' yang bisa sangat disayangkan terjadi jika sanksi tersebut tidak berjalan.

Korea Utara mengecam sanksi tersebut dalam sebuah pernyataan yang dilakukan di media negaranya. Segala bentuk blokade oleh AS dinyatakan akan dianggap sebagai tindakan perang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Korea Utara, Donald Trump

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top