Menteri Puan Resmikan Kampung Siaga Bencana dan Kukuhkan Tagana Asmat

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani meresmikan Kampung Siaga Bencana dan mengukuhkan 30 orang personel Taruna Siaga Bencana di Kabupaten Asmat, Papua, Kamis (22/2/2018).
Yodie Hardiyan | 22 Februari 2018 17:53 WIB
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (kiri) berbincang dengan Menteri Kesehatan Nila Moeloek (kanan) disela-sela konferensi pers Forum Merdeka Barat 9 terkait Pemberdayaan dan Keberpihakan untuk Mengatasi Ketimpangan di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (23/10). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Kabar24.com, JAKARTA--- Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani meresmikan Kampung Siaga Bencana dan mengukuhkan 30 orang personel Taruna Siaga Bencana di Kabupaten Asmat, Papua, Kamis (22/2/2018).

"Keberadaan KSB di Asmat dengan Tagana sebagai fasilitator dan warga sebagai relawan terlatih sangat penting dan diharapkan mampu melakukan antisipasi serta ketahanan masyarakat saat terjadi bencana," tutur Puan seperti dikutip dalam keterangan tertulis.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menko PMK disaksikan Menteri Sosial Idrus Marham, Menteri Pendidikan Muhadjir Effendi, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Bupati Agats Elisa Kambu.

Kegiatan ini dirangkai dengan penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH), pengukuhan 30 personel Taruna Siaga Bencana (TAGANA), pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS), serta pengambilan bantuan sosial yang didukung Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan BNI 46.

Pembentukan KSB Asmat mengutamakan penguatan kearifan lokal agar mitigasi bencana dan layanan tanggap darurat serta mobilisasi bantuan sosial dapat terlaksana secara efektif.

Tim KSB di Asmat melibatkan 60 orang dari enam kampung yaitu Kampung Ayam, Kampung Buetkoar, Kampung Wawcesaw, Kampung Bayiw Pinam, Kampung Cumnew dan Kampung Jewesdoar.

Menko PMK bersama rombongan tiba di Timika pukul 06.00 WIB. Perjalanan dilanjutkan dengan pesawat menuju Bandara Ewer, Asmat. Para menteri tiba di Agats pukul 08.30 WIT setelah menempuh perjalanan menggunakan speedboat dari Bandara Ewer.

"Pemerintah akan melakukan evaluasi dan monitoring secara bertahap, terpadu dan berkesinambungan terhadap seluruh intervensi yang dilakukan lintas kementerian," katanya.

Kepada Bupati dan jajaran Pemkab Asmat, Puan meminta supaya mereka turun ke lapangan secara terus-menerus untuk membantu warganya.

"Pak Bupati harus sering-sering di Asmat. Jangan sering tinggalkan Asmat. Bantuan banyak tapi kalau Pemda tidak mau turun ke lapangan untuk membantu rakyatnya tidak akan tersampaikan kepada mama-mama," tutur Puan dalam pidato arahannya.

Sementara itu, Menteri Sosial mengatakan sesuai arahan Menko PMK, setelah Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak dan Gizi Buruk di Asmat berakhir, pemerintah pusat tetap berkomitmen untuk menyalurkan bantuan dan pendampingan kepada warga Asmat.

"Kementerian Sosial sendiri telah menyalurkan bantuan sosial untuk Asmat berupa PKH, Rastra, sembako, Program Komunitas Adat Terpencil (KAT)," terangnya.

Bantuan untuk Kabupaten Asmat terdiri dari bansos PKH senilai Rp6,68 miliar untuk PKH Reguler 3.322 keluarga, PKH Disabilitas 8 jiwa, dan PKH Lansia 8 jiwa.

Sementara bantuan rastra untuk 13.046 keluarga senilai Rp17,22 miliar dan Bantuan Hibah Dalam Negeri sebanyak 100 keluarga senilai Rp33,25 juta. Untuk bantuan program Komunitas Adat Terpencil (KAT) tahun 2018 melalui dana tugas bantuan kabupaten senilai Rp3,1 miliar.

Tag : asmat
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top