Perkebunan Kakao Kian Menghilang di Jateng

Perkebunan tanaman kakao sudah lama hilang dari Provinsi Jawa Tengah karena sudah beralih fungsi menjadi lahan karet di beberapa kabupaten.
Alif Nazzala Rizqi | 19 Februari 2018 20:39 WIB

Kabar24.com, SEMARANG - Perkebunan tanaman kakao sudah lama hilang dari Provinsi Jawa Tengah karena sudah beralih fungsi menjadi lahan karet di beberapa kabupaten.

Hal ini membuat tanaman kakao, tidak terlihat lagi kalaupun ada hanya sebagai koleksi percontohan di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX.

Humas PTPN IX Gatot Caesario mengatakan, tanaman kakao sudah lama hilang dan tidak menjadi komoditas yang diperhitungkan lagi. Sebab, perawatan yang susah serta nilai ekonomi yang rendah menyebabkan tanaman ini kurang menguntungkan jika dibandingkan pohon lainnya seperti karet dan jati.

"Sudah sejak 5 tahun lalu pohon kakao tak nampak lagi para petani lebih cenderung memilih karet ketimbang kakao. Sehingga jika ada industri di Jateng yang menginginkan kakao harus mendatangkan dari luar daerah," ujar Gatot kepada Bisnis.com Senin (19/2/2018).

Penghapusan tanaman kakao dilakukan berdasarkan instruksi dari pemerintah setelah melakukan pertimbangan secara matang.

Selain itu, manfaat karet lebih banyak jika dibandingkan dengan kakao sehingga, penghapusan ini merupakan langkah yang tepat untuk menyelamatkan lahan agar mempunyai nilai ekonomi tinggi.

Dikatakan Gatot, dahulu beberapa daerah mempunyai lahan kakao yang cukup luas terutama di Kabupaten Jepara dan Kabupaten Semarang. Para petani disana mengeluhkan, rendahnya harga jual kakao saat itu dan memilih mengganti dengan tanaman lain.

"Tanaman kakao dirasa kurang menguntungkan jika ditanam karena waktu memanen yang lama harus menunggu sampai 2,5 sampai 3 tahun. Sedangkan untuk panen buah kakao terus berlangsung sampai tanaman berumur 11 tahun," tuturnya.

Gatot menambahkan, 5 tahun lalu waktu penghapusan tanaman kakao tidak mendapat penolakan dari para petani. Mereka justru senang bisa mengganti tanaman tersebut dengan karet yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.

Tuntutan laba yang tinggi dari manajemen PTPN IX membuat tanaman kakao sudah tak dijumpai lagi pada perkebunan Jateng. Jikalau ada pohon kakao hanya segelintir saja tidak dalam jumlah yang banyak.

Sementara untuk impor kakao, Gatot menyerahkan semua kepada pemerintah yang lebih tau mengenai kebutuhan kakao di Jateng.

"Untuk impor kakao saya tidak tau menahu mengenai itu biarkan dari pemerintah yang mengurus hal tersebut, dan kini PTPN hanya terkonsentrasi pada tanaman karet," ucapnya.

Untuk saat ini PTPN IX sedang konsentrasi membudidayakan tanaman karet. Sebab, hampir semua kabupaten dan kota di Jateng mempunyai perkebunan karet yang luas terutama Kabupaten Semarang dan Kabupaten Jepara.

"Kami sedang memprioritaskan karet sebagai tanaman unggulan di Jateng. Meskipun membutuhkan waktu yang lama sampai tanaman berumur 5 tahun untuk bisa disadap, namun hasil yang diapatkan lebih menguntungkan karena tiap hari getah dari pohon karet selalu keluar," katanya.

Tag : kakao, jateng
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top