Cegah Karhutla, Pancur Kasih dan Bappenas Gandeng 494 Gapoktan

Satuan Kerja Majelis Amanat Dana Perwalian Perubahan Iklim Kementerian Bappenas RI dan Yayasan Pancur Kasih mengupayakan pencegahan karhutla.
Yanuarius Viodeogo | 14 Februari 2018 04:47 WIB
Ilustrasi : Foto udara kebakaran lahan di Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Kamis (25/8/2016). - Antara/Jessica Helena Wuysang

Kabar24.com, JAKARTA – Satuan Kerja Majelis Amanat Dana Perwalian Perubahan Iklim Kementerian Bappenas RI dan Yayasan Pancur Kasih mengupayakan pencegahan karhutla.

Mereka mengajak 494 anggota kelompok tani di Kabupaten Kubu Raya dan Ketapang terlibat dalam memperbaiki tata kelola hutan dan lahan.

Keterlibatan gapoktan itu untuk mencegah kebakaran lahan dan hutan serta reforestasi bagi empat desa di Kubu Raya dan tiga desa di Ketapang.

Kelompok tani di Kubu Raya itu berasal dari Desa Korek, Lingga, Pancaroba Kecamatan Sungai Ambawang dan Desa Sungai Enau di Kecamatan Kuala Mandor.

Direktur Program Pemberdayaan Sumberdaya Alam Kerakyatan Yayasan Pancur Kasih Matheus Pillin mengutarakan keempat desa itu berada dalam kawasan hidrologis gambut Sungai Ambawang-Sungai Landak seluas 35.281 hektare.

Hal itu berdasarkan peta indikatif KHG nasional yang diatur dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Kehutanan No. SK.129/Menlhk/Sekjen/PKL.0/2/2017.

“Ada Desa Semandang Kiri dan Paoh Concong, Kecamatan Simpang Hulu di Kabupaten Ketapang masuk KHG Sungai Matan-Sungai Semandang seluas 19.419 Ha,” kata Matheus Pilin, Selasa (13/2/2018).

Berikutnya, Desa Menyumbung di Kecamatan Hulu, Ketapang juga masuk dalam KHG Sungai Pawan-Sungai Tolak seluas 113.800 Ha.

“Selanjutnya di 7 desa dampingan tersebut akan dilaksanakan diskusi terfokus menggali potensi dan kearifan lokal di masyarakat dari aspek pengetahuannya, praktik-praktik yang selama ini berkontribusi terhadap mitigasi dan adaptasi karhutla,” kata dia.

Tag : gapoktan, Karhutla
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top