CEO New York Times: Media Cetak Mungkin Bertahan 10 Tahun Lagi

Masa depan surat kabar cetak diperkirakan akan bertahan selama satu dekade ke depan. Untuk mempersiapkan hal ini, New York Times telah membangun bisnis digital dan mengembangkannya.
Renat Sofie Andriani | 13 Februari 2018 14:24 WIB
Kantor New York Times - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Masa depan surat kabar cetak diperkirakan akan bertahan selama satu dekade ke depan. Untuk mempersiapkan hal ini, New York Times telah membangun bisnis digital dan mengembangkannya.

“Saya yakin produk-produk cetak kami akan bertahan setidaknya selama 10 tahun di Amerika Serikat. Saya berharap edisi cetak akan bertahan dan berkembang selama mungkin, namun kemungkinan akan ada masanya usai,” ujar CEO New York Times Mark Thompson kepada CNBC.

“Keputusan terkait hal tersebut sungguh-sungguh bergantung pada ekonomi. Mungkin akan ada saatnya ekonomi [media cetak] tidak lagi masuk akal bagi kita,” lanjut Thompson.

Menurutnya, hal utama bagi perusahaan saat ini adalah terus berputar. “Rencana kami adalah terus melayani pelanggan setia kami selama kami bisa. Tapi sementara itu juga membangun bisnis digital, sehingga kami bisa memiliki perusahaan yang tumbuh dengan sukses dan operasi pemberitaan yang sukses setelah media cetak hilang,” jelasnya.

Mungkin layanan berlangganan digital (digital subscription) yang membuat New York Times terus berkembang bagi generasi baru pembaca. Saat jumlah pelanggan cetak surat kabar tersebut dikatakan relatif konstan, dengan sedikit penurunan, New York Times menginformasikan pertambahan sebanyak 157.000 pelanggan digital pada kuartal keempat tahun 2017.

Mayoritas jumlah pelanggan adalah pelanggan baru, namun angka tersebut juga mencakup cooking subscription dan crossword subscription.

Pendapatan dari langganan digital meningkat lebih dari 51% pada kuartal tersebut dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pendapatan berlangganan secara keseluruhan pun naik 19,2%.

CEO New York Times Mark Thompson (Bloomberg)

Sementara itu, laba dan pendapatan perusahaan pada kuartal keempat melampaui ekspektasi para analis, meski sisi cetak bisnis masih agak tertantang, menurut Thompson.

Total pendapatan naik 10% dari tahun sebelumnya menjadi US$484,1 juta. Adapun saham New York Times telah meningkat lebih dari 20% tahun ini. Bahkan dengan volatilitas pasar baru-baru ini, saham tersebut naik 8% dari pekan lalu.

Di bawah kepemimpinan Thompson, New York Times telah menjadi organisasi berita pertama di dunia yang berhasil menembus angka 1 juta untuk langganan digital saja.

“Tanpa diragukan, kami menghasilkan lebih banyak uang terhadap pelanggan cetak. Tapi inti tentang digital adalah kami percaya bahwa kami dapat menumbuhkan lebih banyak,” ujar Thompson.

“Kami sudah mendapat lebih banyak pelanggan digital daripada pelanggan cetak. Digital berkembang sangat pesat. Pada akhirnya, akan ada jumlah pelanggan digital yang berkali-kali lipat dibandingkan dengan cetak."

 

Tag : media cetak
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top