Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

KPPU Lanjutkan Sidang Dugaan Praktik Monopoli AP II

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan melanjutkan sidang dugaan praktik monopoli oleh PT Angkasa Pura II (Persero) pada 23 Maret 2018.
Dimas Novita Sari
Dimas Novita Sari - Bisnis.com 22 Januari 2018  |  16:56 WIB
KPPU Lanjutkan Sidang Dugaan Praktik Monopoli AP II
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan melanjutkan sidang dugaan praktik monopoli oleh PT Angkasa Pura II (Persero) pada 23 Maret 2018.

Berdasarkan data Biro Humas KPPU yang diterima Bisnis, Senin (22/1/2018), sidang tersebut merupakan sidang terakhir dengan agenda pemeriksaan lanjutan yang telah berlangsung dari 28 Desember 2017.

Dalam perkara No. 03/KPPU-L/2017, PT Angkasa Pura (AP) II diduga melanggar UU No. 5/1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat pasal 17 ayat 1 dan ayat 2.

KPPU memeriksa PT Angkasa Pura II (Persero) atas dugaan melakukan praktik monopoli dalam penetapan tarif pengiriman dan penerimaan  kargo yang tidak wajar. 

Menurut KPPU, praktik monopoli itu dimungkinkan karena PT AP II merupakan pelaku usaha tunggal yang mendapatkan hak eksklusif untuk melakukan jasa penyediaan fasilitas terminal pelayanan angkutan kargo dan pos di Bandara Kualanamu.

Sementara itu, Assistant Manager of Branch Communication Kualanamu International Airport Chandra Gumilar mengatakan, akan mengikuti proses pemeriksaan yang berlangsung.

"Mengingat proses tersebut berada di jakarta, maka yang bertugas dalam penanganan perkara dimaksud adalah Unit Legal Kantor Pusat AP II," katanya kepada Bisnis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kppu uu larangan praktik monopoli ap ii
Editor : Nurbaiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top