Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cuaca Ekstrem Bali, Tangkapan Ikan Nelayan Turun 70%

Musim penghujan di Bali dengan kondisi angin kencang dan gelombang laut mencapai ketinggian 3,5 meter menjadikan nelayan Pulau Dewata mengurungkan niat melaut.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 15 Januari 2018  |  15:11 WIB
Cuaca Ekstrem Bali, Tangkapan Ikan Nelayan Turun 70%
Ilustrasi - Antara
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR - Musim penghujan di Bali dengan kondisi angin kencang dan gelombang laut mencapai ketinggian 3,5 meter menjadikan nelayan Pulau Dewata mengurungkan niat melaut.

Kepala Pengelola Pasar Adat Kedonganan I Made Narka mengatakan musim penghujan di Bali berdampak besar terhadap jumlah tangkapan ikan. Bahkan, jumlah tangkapan ikan nelayan di Kedonganan, Badung, Bali bisa menurun mencapai 70% dari hari biasa.

Akibatnya, untuk memenuhi stok ikan di Pasar Kedonganan, pihaknya meningkatkan tambahan pasokan ikan dari Jawa yang sebagian besar didatangkan dari Banyuwangi.

Dia mengakui Pasar Kedonganan memang rutin memasok ikan dari Bayuwangi untuk memenuhi permintaan, tapi biasanya jumlahnya hanya 50% dari total stok. Namun, cuaca ekstrim saat ini membuat jumlah stok yang dipasok dari Jawa bisa mencapai 80% dari total stok ikan yang ada.

"Kami masih mengandalkan jalur dari pasokan dari luar, hampir semua jenis ikan," ujar Made kepada Bisnis, Senin (15/1/2018).

Menurutnya, pasokan ikan dari Jawa ke Pasar Kedonganan akan terus didatangkan hingga nelayan di Bali memutuskan untuk melaut. Keputusan tidak melaut ini didasarkan pada imbauan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG).

"Kemarin ada imbauan untuk tidak melaut," sebutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Cuaca Ekstrim
Editor : Annisa Margrit
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top