Kabar24.com, JAKARTA—Twitter Inc mengungkapkan telah banyak pengguna yang telah meminta perusahaan tersebut memblokir akun resmi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Perdebatan mengenai tweeting Trump semakin meningkat setelah Trump mengatakan dari akun @realDonaldTrump pada bahwa dia memiliki tombol nuklir "jauh lebih besar" dan "lebih kuat" daripada pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
Kritikus mengatakan bahwa tweet dan kehadiran Trump terus berlanjut di jaringan membahayakan dunia dan melanggar larangan Twitter terhadap ancaman kekerasan. Beberapa pengguna memprotes di markas Twitter San Francisco, beberapa waktu lalu.
Namun, pihak Twitter tidak mau melakukan hal tersebut. Twitter menanggapi di posting blognya bahwa tidak ada yang bisa mengklaim pimpinan dunia, meski Twitter memblokir akun medsosnya.
"Memblokir pemimpin dunia dari Twitter atau menghapus Tweets kontroversial mereka akan menyembunyikan informasi penting yang harus dapat dilihat dan diperdebatkan orang," kata Twitter dalam sebuah posting di sebuah blog korporat, dilansir dari reuters, Senin (8/1).
Perusahaan tersebut mengatakan bahwa mereka meninjau ulang tweet oleh para pemimpin dunia dan memberlakukan peraturannya sesuai dengan peraturan tersebut, sehingga membuka kemungkinan bahwa hal itu dapat mencatat beberapa materi yang diposkan oleh mereka.
Baca Juga
"Kami bekerja keras untuk tetap tidak bias dengan kepentingan publik dalam pikiran,” kta pihak twitter.