Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Trump Ancam Gugat Mantan Penasihatnya

Presiden AS Donald Trump akan berupaya menghentikan penerbitan buku yang terkait dengan mantan orang dekatnya, Steve Bannon, dan mengancam akan mengambil langkah hukum.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Januari 2018  |  06:58 WIB
Trump Ancam Gugat Mantan Penasihatnya
Presiden Amerka Serikat Donald Trump. - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden AS Donald Trump akan berupaya menghentikan penerbitan buku yang terkait dengan mantan orang dekatnya, Steve Bannon, dan mengancam akan mengambil langkah hukum.

Reuters melansir Jumat (5/1/2018), pengacara pribadi Trump, Charles Harder, memperingatkan kemungkinan adanya klaim libel terhadap penulis dan penerbit buku berjudul Fire and Fury: Inside the Trump White House itu. Buku tersebut ditulis oleh Michael Wolff dan diterbitkan oleh Henry Holt & Co.

Para pengacara Trump mengirim surat kepada Bannon, memintanya untuk tidak membuka informasi rahasia apapun. Mereka menuding Bannon melanggar perjanjian karena berkomunikasi dengan Wolff mengenai Trump, keluarganya, dan kampanyenya, serta memberikan pernyataan yang tidak benar.

Buku ini menjadi sorotan karena menggambarkan Trump sebagai seseorang yang tidak terlalu ingin memenangkan Pemilu 2016 dan tidak siap atas jabatan tersebut. Beberapa komentar paling pedas disampaikan oleh Bannon, yang sempat menjadi orang terdekat Trump selama kampanye dan menjabat kepala strategi Gedung Putih hingga dipecat pada Agustus 2017.

Dalam buku tersebut, Bannon mengungkapkan adanya pertemuan dengan sekelompok orang Rusia di Trump Tower, New York pada Juni 2016. Pertemuan itu disebut diorganisir oleh Trump Jr. dan dihadiri oleh para petinggi kampanye lainnya, termasuk Jared Kushner dan Paul Manafort, yang diklaim tidak patriotik dan pengkhianat.

Kushner adalah menantu Trump, sedangkan Manafort merupakan manajer kampanye Trump saat itu.

Pihak penerbit sudah mengumumkan karena adanya permintaan yang di luar dugaan, buku itu akan diterbitkan pada Jumat (5/1) pagi waktu setempat. Padahal, sebelumnya dijadwalkan rilis pada Selasa pekan depan.

Namun, Wolff dan Holt belum memberikan komentar tentang hal ini.

Trump memutuskan hubungan dengan Bannon pada Rabu (3/1) dan menyatakan mantan penasihatnya itu sudah kehilangan akal sehat.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan Breitbart News mestinya mempertimbangkan memecat Bannon. Dia juga berupaya menyebarkan keraguan terhadap akurasi Wolff.

"Buku itu datang dari penulis yang tidak pernah didengar orang-orang sebelumnya. Buku ini adalah suatu kesalahan setelah kesalahan setelah kesalahan," papar Sanders dalam konferensi pers, kemarin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top