Bank Sentral China : Kebangkrutan Pemda dapat Menguntungkan Negara

Seorang pejabat Bank Sentral China mengatakan China harus memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk mengalami kebangkrutan guna membantu mengendalikan pinjaman luar negeri dalam jumlah besar.
Nirmala Aninda | 25 Desember 2017 18:25 WIB

Kabar24.com, BEIJING -- Seorang pejabat Bank Sentral China mengatakan China harus memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk mengalami kebangkrutan guna membantu mengendalikan pinjaman luar negeri dalam jumlah besar.

Xu Zhong, Kepala Biro Penelitian di People's Bank of China, menuliskan pada sebuah artikel di China Business News bahwa kasus kebangkrutan seperti yang dialami oleh Detroit akan meyakinkan investor bahwa pemerintah benar-benar bertekad untuk menghilangkan keyakinan akan jaminan implisit bagi pemerintah daerah.

Dikutip melalui Bloomberg pada Senin (25/12/2017) beberapa hari yang lalu, Kementerian Keuangan China berjanji untuk memecahkan "ilusi" bahwa Beijing akan menyelamatkan pemerintah daerah dari hutang tersembunyi.

Seruan mereka untuk membatasi pinjaman daerah sesuai dengan kebijakan keuangan pemerintah pusat tahun 2018.

Presiden Xi Jinping mengatakan pada awal Desember bahwa prioritas untuk tahun depan adalah "mengendalikan" pengaruh secara efektif dan mencegah risiko besar.

Gubernur Bank Sentral China Zhou Xiaochuan menegaskan pada Oktober silam bahwa pembiayaan pemerintah daerah harus diawasi dengan ketat guna menghindari trik-trik "penyamaran hutang" serta memperdebatkan reformasi fiskal.

Kekhawatiran di kalangan investor tentang kurangnya dukungan terhadap unit pendanaan lokal menyebabkan merosotnya penerbitan hutang pemerintah daerah.

Lembaga pembiayaan pemerintah daerah telah menjual 1,7 triliun yuan (USD259 miliar) obligasi di pasar domestik dan luar negeri tahun ini.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg angka tersebut turun 23% dari level pada 2016.

Fitch Ratings mengatakan pada September 2017 default obligasi pertama oleh LGFV China menjadi lebih mungkin terjadi.

Wakil Menteri Keuangan Zhu Guangyao mengatakan pada Sabtu (23/12/2017) bahwa menangani "hutang tersembunyi" milik pemerintah daerah dan hutang perusahaan milik negara merupakan kunci untuk mencegah risiko keuangan sistemik.

Tag : ekonomi china, bank sentral china
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top