BI Tegaskan NTB Perlu Manfaatkan Momentum Ekonomi

Bank Indonesia menilai Nusa Tenggara Barat perlu mengoptimalkan momentum guna memberikan dampak positif yang lebih besar bagi perekonomian daerah.
Eka Chandra Septarini | 21 Desember 2017 15:54 WIB
Sejumlah ternak sapi mencari makan di padang savana Doro Ncanga kawasan Gunung Tambora di Desa Doro Peti, Kecamatan Pekat, Dompu, Kabupaten Dompu, NTB, Senin (10/4). - Antara/Ahmad Subaidi

Kabar24.com, MATARAM -- Bank Indonesia menilai Nusa Tenggara Barat perlu mengoptimalkan momentum guna memberikan dampak positif yang lebih besar bagi perekonomian daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Prijono mengatakan selama 2017, NTB menghadapi tantangan perekonomian yang tidak ringan.

Salah satunya disebabkan oleh terbatasnya kuota ekspor tembaga yang berdampak pada terkontraksinya ekspor luar negeri.

"Peran konsumsi masih terbatas, masih belum dapat mendorong perekonomian non tambang yang tertahan oleh melambatnya investasi," ujar Prijono dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Mataram, Kamis (21/12/2017).

Kendati demikian, Prijono menyebut, stabilitas harga di NTB relatif terkendali.

Hal ini merupakan dampak dari peran serta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, serta mengkomunikasikan kebijakan pengendalian inflasi.

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi NTB pada 2017 terkontraksi pada kisaran 0,1%-0,5% (y-o-y).

Sementara itu pertumbuhan ekonomi non tambang berada pada rentang 5,7%-6,1% (y-o-y). Inflasi NTB diperkirakan berada pada koridor 3,0%-3,5% yang berada dalam batas bawah koridor inflasi nasional.

Tag : ntb
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top