Mahasiswa UB Temukan Probiotik Pengganti Antibiotik pada Unggas

Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) menemukan probiotik sebagai pengganti antibiotik pada unggas seperti burung dan ayam yang berdampak positif pada peningkatan produksi daging dan telur hingga 11%.
Choirul Anam | 18 Desember 2017 17:14 WIB
Mokhammad Fahmi Rizky Syaban (kanan), Rizhaf Setyo Hartono (tengah), dan Ilham Ardiansyah (kiri) saat menerima menunjukkan piagam piagam Silver Prize di ajang Seoul International Invention Fair (SIIF) 2017 yang berlangsung 30 November-3 Desember 2017. Mereka menemukan probiotik sebagai pengganti antibiotik pada unggas yang berdampak positif pada peningkatan produksi daging dan telur hingga 11%. - Istimewa

Kabar24.com, MALANG - Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) menemukan probiotik sebagai pengganti antibiotik pada unggas seperti burung dan ayam yang berdampak positif pada peningkatan produksi daging dan telur hingga 11%.

Mokhammad Fahmi Rizky Syaban (Fakultas Kedoktera), Ilham Ardiansyah (Fakultas Peternakan), dan Rizhaf Setyo Hartono (FMIPA), penemu probiotik menjelaskan pembuatan ProLAB dilatarbelakangi maraknya penambahan antibiotic growth promoter (AGP) pada industri unggas yang berdampak negatif.

“Penggunaan AGP berlebihan dapat meningkatkan resistensi mikroba, mutan bahkan zoonosis,” kata Ilham di Malang, Senin (18/12/2017).

AGP mengurangi jumlah bakteri di dalam usus unggas, baik yang bersifat patogen maupun nonpatogen. Sebaliknya dengan AGP, penggunaan ProLAB, nama probiotik tersebut, justru meningkatkan pertumbuhan bakteri nonpatogen, namun mengurangi jumlah bakteri patogen.

Selain bermanfaat untuk kesehatan pencernaan, ProLAB juga memperbaiki kinerja mikroflora atau mikroba yang ada di saluran usus. ProLAByang dibuat dari tepung probiotik dari mikroorganisma/mikroba dipadatkan dalam bentuk mikro kapsul.

Proses pemadatannya menggunakan mesin mikrowave agar bakteri yang terkandung didalam ProLAB terinkubasi dan tidak mati.

ProLAB yang sudah dibentuk menjadi mikrokapsul dicampur didalam pakan ternak dengan presentase kurang dari satu persen, sehingga proses penyerapan makanan di dalam usus unggas menjadi lebih baik.

Inovasi tersebut mengantarkan mereka mendapatkan Silver Prize di ajang Seoul International Invention Fair (SIIF) 2017. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Korean Invention Promotion Association (KIPA) ini mempertemukan inovator dan peneliti dari seluruh penjuru dunia untuk untuk mempublikasikan produk temuan unggulan, memperluas distribusi produk yang dipatenkan dan mempromosikan transfer teknologi.

Bertempat di COEX Convention Center Korea Selatan, acara dilaksanakan selama empat hari, (30/11-3/12/2017).

Wakil Dekan III Fakultas Pertanian UN Osfar Sjofjan mengatakan prestasi ini sebagai upaya meningkatkan daya saing mahasiswa melalui program penalaran dan keilmiahan.

Tag : antibiotik
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top