AS Gunakan Pesawat B-1B di Wilayah Korsel, Korut Ingatkan Perang Tak Terhindarkan

Dua pesawat pengebom Amerika Serikat jenis B-1B bergabung dalam latihan serangan militer besar-besaran di wilayah Korea Selatan, sementara itu Korea Utara menyebut latihan dan ancaman AS tersebut telah membuat perang tidak bisa dihindari.
John Andhi Oktaveri | 08 Desember 2017 13:47 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memimpin rapat perang untuk peluncuran rudal jarak menengah ke dekat wilayah AS di Pasifik, Guam. - KCNA

Kabar24.com, JAKARTA - Dua pesawat pengebom Amerika Serikat jenis B-1B bergabung dalam latihan serangan militer besar-besaran di wilayah Korea Selatan, sementara itu Korea Utara menyebut latihan dan ancaman AS tersebut telah membuat perang tidak bisa dihindari.

Latihan tahunan dengan sandi “Vigilant Ace” tersebut melibatkan 230 pesawat, termasuk di antaranya sejumlah pesawat siluman tercanggih AS. Latihan dilakukan sepekan setelah Korea Utara melakukan uji coba rudal balistik antarbenua yang diklaim mampu menjelajahi wilayah Amerika Serikat.

Kementerian luar negeri Korea Utara (Korut) menyebut latihan militer itu sebagai konfrontasi nyata yang akan membuat perang tidak bisa dihindari.

“Pertanyaan sekarang adalah: Kapan perang akan dimulai?” menurut pernyataan kementerian itu sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (8/12/2017).

Korut menyebut tidak ingin perang, namu pihaknya juga tidak bisa menghindarinya. China, tetangga Korut sekaligus sekutu satu-satunya menyebut bahwa perang bukanlah sebuah jawaban.

Sedangkan Menlu Rusia Sergei Lavrov menyatakan Korut menginginkan pembicaraan langsung dengan AS untuk mengupayakan jaminan keamanan. Rusia berharap bisa menjadi fasilitator pertemuan tersebut.

 

 

Tag : korea utara
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top