Produsen Coklat Snickers Bangun R&D di Sulawesi Selatan

Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Cocoa Research Center oleh Mars Symbioscience Indonesia di Pangkep, Sulawesi Selatan.
Irene Agustine | 18 November 2017 18:09 WIB
Wapres jk meninjau pameran sebelum meresmikan groundbreaking Cocoa Research Center yang dibangun oleh Mars Inc. di Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (18/11/2017) - Bisnis.com/Paulus

Bisnis.com, PANGKEP -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Cocoa Research Center oleh Mars Symbioscience Indonesia di Pangkep, Sulawesi Selatan.

"Saya ucapkan selamat atas dimulainya pembangunan lab penelitian kakao oleh Mars dengan dukungan beberapa instansi," katanya, saat sambutan, Sabtu (18/11/2017).

Mars Symbioscience Indonesia merupakan anak perusahaan produsen coklat dunia, Mars Inc. yang sebelumnya telah membangun fasilitas serupa di Tarengge, Sulawesi Selatan pada 2010.

Dengan nilai investasi sebesar US$4 juta dollar, Pusat Penelitian Kakao di Pangkep tersebut akan menempati area 95,2 hektare.  Adapun, pembangunan tersebut akan memperluas jaringan komoditas kakao Mars setelah sebelumnya dibangun di Brazil, Ekuador dan Amerika Serikat.

Dengan pembangunan Research and Development (R&D) tersebut, Mars menargetkan dapat memperbaiki produksi dan pengelolaan kebun petani kakao. Konkretnya, produktivitas dapat terkerek dari dibawah 1ton/ha saat ini menjadi lebih dari 3ton/ha.

Mars sendiri memiliki sejarah satu abad di dunia sebagai produsen coklat dan memulai aktivitasnya di Indonesia pada 1996. Salah satu merk coklat ternama yang dikeluarkan perusahaan ini adalah Snickers dan M&M.

Selain unit coklat, Mars memiliki unit bisnis Wringley dan Petcare yang beroperasi sejak 2000. Beberapa merk lain yakni Dove, Whiskas, Pedigree dan Royal Canin. Secara global, perusahaan tersebut mencatatkan penjualan US$35 miliar.

Frank Mars, Board of Directors of Mars Inc menambahkan komoditas kakao telah membuka lapangan kerja bagi 6,5 juta petani di dunia. Namun, 40% produksi kakao menurun karena serangan hama, penyakit dan praktik pertanian yang kurang tepat.

"Jika Mars dan seluruh pemain industri tidak merubah kondisi ini dan membuka lapangan kerja bagi petani, maka tidak akan ada petani yang ingin menanam kakao dan akhirnya kakao akan punah. Kami berharap melalu Pusat Penelitian Kakao di Pangkep dapat merubah keadaan ini," ujarnya.

Peletakan batu pertama tersebut juga turut dihadiri oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, serta board of director Mars Inc.

Tag : jusuf kalla, coklat
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top