Menang Keempat Kalinya, Merkel Harus Hadapi Ketidakstabilan Koalisi

Kendati kembali terpilih sebagai Kanselir untuk yang keempat kalinya, Angela Merkel harus memerintah di tengah ketidakstabilan koalisi di tengah keretakan parlemen setelah blok konservatifnya kalah pamor di tengah meningkatnya dukungan bagi partai sayap kanan.
Juli Etha Ramaida Manalu | 25 September 2017 20:16 WIB
Kanselir Jerman Angela Merkel - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA- Kendati kembali terpilih sebagai Kanselir untuk yang keempat kalinya, Angela Merkel harus memerintah di tengah ketidakstabilan koalisi di tengah keretakan parlemen setelah blok konservatifnya kalah pamor di tengah meningkatnya dukungan bagi partai sayap kanan.

Dua tahun setelah Merkel membuat keputusan untuk membuka perbatasan Jerman bagi lebih dari 1 juta migran, partai anti imigrasi Alternative for Germany (AfD) memberi kejutan dengan menjadi partai sayap kanan pertama yang memasuki parlemen dalam kebih dari setengah abad terakhir.

AfD memenangkan 13,0% suara jauh lebuh besar dari yang diprediksi. Perolehan suara ikeh AfD menjadi satu dari sekian hal mengejutkan dalam malam penuh drama di mana blok konservatif Merkel menorehkan perolehan terburuk sejak 1949, serupa dengan perokehan rival utamanya Social Demokrat yang mendapatkan hasil terburuk sejak 1933.

Menggambarkan kesuksesan partai sayap kanan sebagai ujian bagi Jerman, Merkel bersikukuh dirinya mendaoatkan mandat untuk memerintah. Dia pun harus menghadap tabtangan karena tidak memiliki banyak pilihan selain merangkul ketiga koalisi yang ada.

"Tentu saja kita berharap akan hasil yang sedikit lebih baik. Kita adalah partai terkuat, kita mendapat untuk membangun pemerintahan berikutnya," kata Merkel seperti dilansir Reuters, Senin (25/9/2017).

euro melemah sekitar 0.4 persen pada pembukaan pasar Asia seiring dengan semakin jelasnya bahwa hasil pemilihan kali ini akan menghadirkan koalisi yang sulit bagi Merkel.

Pementukan koalisi bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan karena satu-satunya jalan bagi Merkel untuk bisa meraup suara mayoritas di parlemeb adalah dengan bergabung bersama partai liberal Free Democrats dan The Green.

Social Democrats (SPD)yang telah bergabung dengan blok konservatif dalam sebuah koalisi besar dalam empat tahun terakhir hanya mampu meraup 20.6% suara karena hampir separuh pemilih Jerman menolak dua partai yang telah mendominasi Jerman sejak Perang Dunia Kedua.

Pemimpin SPD, Martin Schulz mengatakan menolak bergabung dalam sebuah koalisi dan akan menjadi oposisi utama. Partai tersebut tampaknya merasa terciderai selama bergabung bersama di pemerintahan yang membuat sulitnya membedakan mereka dari blok konservatif Merkel.

Tag : angela merkel
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top