Kemendes PDTT Gandeng Alumni Perguruan Tinggi Bangun Desa

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo menilai bahwa para alumni perguruan tinggi di seluruh Indonesia berpeluang menjadi tenaga yang dibutuhkan dalam pembangunan desa.
Dewi Aminatuz Zuhriyah | 24 September 2017 17:26 WIB
Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo - ANTARA/Sigid Kurniawan

Kabar24.com, JAKARTA-- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo menilai bahwa para alumni perguruan tinggi di seluruh Indonesia berpeluang menjadi tenaga yang dibutuhkan dalam pembangunan desa.

Hal ini dikemukakan olehnya usai menghadiri acara Seminar Nasional dengan tema Optimalisasi Peranan Alumni Teknik Sipil Politeknik Negeri Medan Dalam Percepatan Pembangunan Desa di Kampus Universitas Sumatera Utara, Medan akhir pekan ini.

Pemerintah saat ini tengah membangun infrastruktur yang sangat masiv di seluruh Indonesia. Seperti pembangunan jalan tol, jembatan, saluran irigasi, bendungan dan pembangunan fisik liannya.

"Pembangunan itu membutuhkan tenaga siap pakai seperti dari jurusan teknik ," kata Eko dalam keterangan resmi yang dikutip, Minggu (24/9).

Dalam hal ini, dia menuturkan jika Kemendes PDTT siap memfasilitasi sejumlah perusahaan dan perbankkan baik BUMN maupun swasta untuk dapat menyerap tenaga alumni dari sejumlah perguruan tinggi yang memiliki keahlian terutama dalam membangun desa.

“Dengan adanya sejumlah peluang yang ada, mudah-mudahan mereka bisa langsung menangkap peluang itu. Kita akan bantu menjembatani dengan dunia usaha supaya keahlian para alumni bisa langsung diserap,” ujarnya.

Eko menambahkan bahwa Kemendes PDTT sudah memiliki forum Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides) yang salahsatu tugasnya untuk menyeleksi pendamping desa dan melakukan KKN Tematik.

Sejauh ini, proses perekrutan pendamping desa yang melibatkan provinsi juga telah menjalin kerjasama dengan Perguruan Tinggi.

Bukan hanya menyeleksi, tapi juga bisa memanfaatkan tenaga-tenaga dari universitas untuk menjadi pendamping desa.

Sedangkan untuk program KKN Tematik, Pertides pada tahun lalu telah mengirimkan lebih dari 75 ribu untuk melakukan KKN tematik diberbagai daerah diseluruh Indonesia untuk membantu membuat jembatan, saluran irigasi, administrasi desa dan lain-lain.

“Dengan adanya peran dari Pertides diharapkan dapat mengubah status desa sangat tertinggal atau tertinggal menjadi desa berkembang, mengubah desa berkembang menjadi desa mandiri,” pungkasnya.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top