Miris, Fosil Gigi Hiu Purba di Bojonegoro Hilang Diambil Pengunjung

Sebagian fosil gigi hiu purba yang menempel di bebatuan di Desa Jono, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang diusulkan masuk geosite "geoheritage petroleum" hilang diambil pengunjung.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 Agustus 2017  |  18:48 WIB
Miris, Fosil Gigi Hiu Purba di Bojonegoro Hilang Diambil Pengunjung
Ikan Hiu - www.ecotravelmexico.com

Kabar24.com, JAKARTA - Sebagian fosil gigi hiu purba yang menempel di bebatuan di Desa Jono, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang diusulkan masuk geosite "geoheritage petroleum" hilang diambil pengunjung.

Salah seorang anggota Tim Survei dari Badan Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemkab Bojonegoro Dadang Aris , Selasa, menjelaskan gigi hiu purba yang menempel di bebatuan di kawasan hutan jati di Desa Jono diambil pengunjung dengan alasan untuk obat.

"Keyakinan warga kalau fosil gigi hiu direndam kemudian airnya diminum bisa mengobati sakit tenggorokan," ucapnya menambahkan.

Pengunjung, kata dia, mengambil fosil gigi hiu laut juga yang lainnya yang menempel di bebatuan mirip batu karang di kawasan setempat dengan cara mencongkel.

"Ada pengunjung yang memperoleh satu gengam fosil gigi hiu," ucap dia yang dalam kunjungan survei itu didampingi Ajun Wilayah Timur Supriyanto dan Ajun Bisnis Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bojonegoro Ahmad Yani, .

Oleh karena itu, menurut dia, lokasi kawasan hutan jati seluas 1,24 hektare di desa setempat sekarang ini diberi tanda kayu oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Jono, Kecamatan Temayang, yang akan mengelola wisata setempat sebagai objek wisata.

Meski sudah banyak diambil pengunjung, menurut pengamatan dia juga Ahmad Yani, fosil gigi hiu laut yang menempel di bebatuan masih banyak.

Bahkan, ia juga memperkirakan di bawah bebatuan kalau dibongkar tidak tertutup kemungkinan masih menyimpan fosil hiu laut juga fosil binatang laut purba lainnya.

"Lokasi geosite gigi hiu purba ini tidak jauh dengan lokasi Supangat menemukan sejumlah fragmen fosil tulang paus purba, juga di Kecamatan Teyamang," ucapnya menambahkan.

Lebih lanjut ia menjelaskan penemu fosil gigi hiu purba yang menempel di bebatuan mirip karang di kawasan hutan jati yaitu Komunitas Museum 99 Kecamatan Kalitidu beberapa tahun lalu.

Komunitas Museum 99 itu selama ini memiliki kebiasaan melacak fosil binatang purba di kawasan hutan jati juga daerah lainnya terutama di lembah Bengawan Solo.

Dengan adanya temuan itu kemudian Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" (UPNV) Yogyakarta memasukkan lokasi setempat untuk diusulkan sebagai geosite "geoheritage petroleum" kepada Badan Geologi Nasional.

"Geosite fosil purba ini bisa dipastikan lolos verisikasi Badan Geologi Nasional sehingga akan masuk geoheritage petroleum, bersama sejumlah geosite lainnya," ucap dia menjelaskan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fosil

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top