Pencurian Data Nasabah: Temukan Data 13 GB, Polisi Cari Pihak Lain

Pelaku penjualan data nasabah perbankan, C, ternyata telah mengumpulkan ribuan bahkan jutaan data hingga mencapai 13 giga byte (GB).
Juli Etha Ramaida Manalu | 25 Agustus 2017 20:30 WIB
Ilustrasi - Jibiphoto

Kabar24.com, JAKARTA - Pelaku penjualan data nasabah perbankan, C, ternyata telah mengumpulkan ribuan bahkan jutaan data hingga mencapai 13 giga byte (GB).

Data-data tersebut terdiri atas data prioritas oengguna handphone di sejumlah kota hingga data pemilik apartemen dan mobil mewah. Data-data tersebut dia kumpulkan semasa bekerja sebagai marketing bank sejak 2010 lalu juga dari rekan-rekan lain sesama.marketing demi meraup cuan.

"Kita sudah temukan 13 Giga seluruh file yang kita ambil dari cloudnya dia. Dari dalam 13 giga tersebut banyak sekali data terkait data prioritas pengguna handphone di kota-kota dan juga data pemilik apartemen, pemilik mobil mewah," kata Direktur Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Sety, Jumat (25/8/2017).

C sendiri diamankan pada Sabtu (12/8/2017) lalu. Dari hasil perbuatan curangnya menjaring dan memperjual belikan data nasabah melalui sejumlah situs seperti www.jawarasms.com, www.databasenomorhp.org, http://layanansmsmassal.com, http://walisms.net/, juga Facebook dengan nama "Bang haji Ahmad”, dan akun pada situs penjualan online (e-commerce) sejak 2014 lalu hingga diamankan, dia pun bisa meraup keuntungan sebesar Rp2,5 hingga Rp5 juta perbulannya.

Pasalnya, data-data yang dia dapat dijual dengan harga bervariasi yang tergolong lumayan mulai dari Rp350 ribu untuk 1000 nasabah sampai dengan paket seharga Rp1,1 juta untuk 100.000 nasabah per paket database. Ketika pembeli setuju, maka pembeli mengirimkan sejumlah uang ke rekening C dan dia akan link untuk mengunduh data sesuai pesanan.

Saat ini, polisi masih terus menelusuri jejak sejumlah pihak yang diduga bekerja sama dengan C. Selain para nasabah yang merasa terganggu karena nomor telepon dan datanya tersebar kepada pihak tifak bertanggung jawab, pihak bank pun merasa dirugikan karena berpotensi mengakibatkan hilangnya kepercayaan nasabah.

"Kami juga mendapat keluhan dari pihak bank yang tentunya sangat risih dengan kondisi ini. Tentunya itu akan kita dalami," tambah Agung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pencurian data

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top