Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenpora Bakal Setop Fasilitasi Ormas Pemuda Antipancasila

Kemenpora mengancam akan menghentikan fasilitasi, termasuk pendanaan, kepada organisasi kepemudaan yang terindikasi antipancasila.
Kurniawan A. Wicaksono
Kurniawan A. Wicaksono - Bisnis.com 24 Juli 2017  |  19:06 WIB
Kemenpora Bakal Setop Fasilitasi Ormas Pemuda Antipancasila
Bendera ormas ditertibkan - Ilustrasi/Berita Jakarta
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kemenpora mengancam akan menghentikan fasilitasi, termasuk pendanaan, kepada organisasi kepemudaan yang terindikasi antipancasila.

Menteri Pemuda dan Olah raga Iman Nahrawi mengatakan saat ini telah menggandeng Kemenkumham dan Kemendagri untuk meminta klarifikasi terkait organisasi kepemudaan ini. Jika terbukti, Kemenpora tidak akan lagi memberikan bantuan fasilitasi, terutama dana.

Menurutnya, ada beberapa indikator ormas antipancasila. Hal ini dapat dilihat dari asas yang dipakai, gerakan, program, dan ukuran lainnya yang tidak sepaham dengan ukuran yang diberikan dari Kemenkumham dan Kemendagri.

"Hingga saat ini kami belum menemukan organisasi kepemudaan yang anti-Pancasila itu, tapi kami memiliki beberapa catatan misalnya mereka tidak pernah meminta bantuan pemerintah karena mereka berjalan independen,” ujarnya, seperti dikutip dari laman resmi Kemenpora, Senin (24/7/2017).

Sejauh ini, pemerintah melalui Kemenpora telah memberikan bantuan pendanaan kepada masing-masing organisasi kepemudaan, organisasi masa dan organisasi kemahasiswaan/kepelajaran yang fleksibel.

Pasalnya, untuk 2017 saja, ada anggaran sekitar Rp1 miliar per organisasi untuk konsolidasi internal, rapat pimpinan, rapat kerja, munas, kongres, dan latihan kepemimpinan.

Menurutnya, saat ini tantangan berat menghadang pemuda karena menjadi objek isu negatif radikalisme dan intoleransi. Selain itu, ada pula isu teorisme dan narkotika yang tidak kalah krusialnya.

“Radikalalisme ini tumbuh karena ketidakpedulian pemuda akan perubahan langsung dilapangan atau melalui informasi di media sosial, pun ini menjadi tantangan dan saingan bagi media,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ormas pancasila kemenpora
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top