Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Universitas Udayana Miliki Pojok #Aussie Banget

Konsulat Jenderal Australia di Bali membuka pojok #AussiBanget di Universitas Udayana yang ditujukan untuk memberikan berbagai informasi mengenai pendidikan di negara tersebut.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 05 Juli 2017  |  16:35 WIB
Rektor Universitas Udayana Ketut Suastika dan Konsul Jenderal Australia di Bali Helena Studdert menandatangani kerjasama pojok AussieBanget. - Bisnis/Feri Kristianto
Rektor Universitas Udayana Ketut Suastika dan Konsul Jenderal Australia di Bali Helena Studdert menandatangani kerjasama pojok AussieBanget. - Bisnis/Feri Kristianto

Kabar24.com, DENPASAR— Universitas Udayana Bali memiliki tempat khusus berisi berbagai informasi tentang pendidikan di Australia.

Konsulat Jenderal Australia di Bali membuka pojok #AussiBanget di Universitas Udayana yang ditujukan untuk memberikan berbagai informasi mengenai pendidikan di negara tersebut.

Pojok di ruangan sekitar 3x4 meter di lantai dua gedung Laboratorium Bahasa di Jalan PB Sudirman, Denpasar tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pencari informasi studi bahkan beasiswa di berbagai universitas di Australia.

Di pojok ini juga disediakan buku-buku tentang Australia, termasuk koneksi ke Perpustakaan Nasional Australia sehingga mahasiswa maupun peneliti bisa mendapatkan berbagai jurnal terkait.

Pojok #AussieBanget ini merupakan yang kesekian setelah sebelumnya juga dibuka di Jakarta, dan Makassar.

Konsul Jenderal Australia di Bali Helena Studdert mengatakan keberadaan pojok ini diharapkan mendorong pelajar di Bali untuk mengejar pendidikan di negaranya, karena banyak disediakan informasi yang relevan.

“Hubungan Indonesia dan Australia sangat fundamental, keberadaan pojok ini sebenarnya tidak hanya pendidikan tetapi juga pilihan karena kami punya kampus terbaik,” jelasnya di Denpasar, Rabu (5/7/2017).

Berdasarkan data Kedutaan Australia di Indonesia, ada sekitar 8.240 alumni Australia Awards di Indonesia, dan 400 orang di antaranya berasal dari Bali dan Nusra.

Jumlah alumni di Bali dan Nusra diperkirakan lebih banyak lagi, karena angka itu belum memperhitungkan orang-orang yang mendanai pendidikan mereka secara pribadi di Australia.

Bali juga termasuk dalam 7 provinsi teratas di Indonesia penyumbang pelajar mengambil studi di negeri Kanguru tersebut.

Studdert menekankan hubungan Australia dan Bali sangat erat, karena daerah ini banyak terdapat mahasiswanya belajar di negaranya dan sebaliknya banyak turis Australia datang ke Bali.

Keberadaan pojok ini juga sekaligus mendukung program New Colombo Plan bagi mahasiswa Australia untuk tinggal, belajar, dan mendapatkan pengalaman kerja di Indonesia.

Melalui program ini, mahasiswa akan belajar berbagai disiplin ilmu; termasuk teknik, riset medis dan kesehatan masyarakat, hukum, pembangunan berkelanjutan dan biologi kelautan di Universitas Gadjah Mada, Universitas Katholik Parahyangan, Universitas BINUS, Universitas Indonesia dan Universitas Udayana.

Pada 2016, total tercatat 1,14 juta wisman Australia datang ke Bali, sedangkan hingga Maret tahun ini sudah sebanyak 260.503 orang. Saat ini diperkirakan ada 10.000 warga Australia menetap di Pulau Dewata, dan 25.000 orang wisman berada di pulau ini setiap hari.

Sementara, jumlah pelajar Indonesia di negara Australia ditaksir sebanyak 19.000 orang. Indonesia juga tercatat salah satu negara yang turisnya banyak berwisata ke Australia, terbukti pada 2016 lalu,

Kedubes Australia di Jakarta mengeluarkan 100.000 visa kunjungan bagi warga Indonesia, atau meningkat 40% jika dibandingkan dengan 2015.

Rektor Universitas Udayana Ketut Suastika menyatakan pojok ini akan membantu fasilitas bagi kampus negeri terbesar di Bali ini. Dia mengatakan, selain Australia, dua negara lain juga telah membuka pojok serupa.

Suastika menekankan keberadaan pojok ini akan melengkapi kebutuhan mahasiswa serta peneliti kampusnya untuk mendapatkan informasi pendidikan di Australia.

Apalagi, pihaknya menargetkan peningkatan SDM berupa 80% staf pengajar bisa meraih gelar doktor dalam beberapa kurun waktu ke depan.

“Ini akan membantu mahasiswa atau peneliti kalau ingin mendapatkan informasi pendidikan di Australia datang ke sini semua disediakan lengkap,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Universitas Udayana
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top