7 Tradisi Unik Perayaan Lebaran di Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA -- Perayaan hari raya Lebaran di Indonesia sangat identik dengan silaturahmi dan makan ketupat. Keragaman budaya Nusantara turut memberikan warna dalam perayaan ini.
Gloria Natalia Dolorosa | 25 Juni 2017 18:44 WIB
Presiden Joko Widodo (keempat kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (kelima kiri) melaksanakan Salat Idul Fitri 1438 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (25/6). ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA -- Perayaan hari raya Lebaran di Indonesia sangat identik dengan silaturahmi dan makan ketupat. Keragaman budaya Nusantara turut memberikan warna dalam perayaan ini.

Berikut sejumlah tradisi unik yang terjadi pada momen Lebaran, dikutip dari laman resmi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi:

1. Tumbilotohe di Gorontalo
Tradisi unik Tumbilotohe berarti memasang lampu. Biasanya tiga hari menjelang Lebaran, masyarakat Gorontalo memasang lampu minyak di halaman rumah, halaman masjid, atau tepi jalan raya. Awalnya, hal ini dilakukan untuk memudahkan warga memberi zakat pada malam hari. Kala itu, lampu terbuat dari damar dan getah pohon. Seiring waktu, lampu diganti dengan minyak kelapa dan beralih ke minyak tanah. Kini lampu hadir dengan berbagai bentuk dan warna.

2. Kenduri Makam di Aceh
Tradisi yang turun-temurun dilakukan oleh warga Desa Pasi di Kabupaten Aceh Barat ini diperingati di hari ke-12 setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri. Warga akan melakukan ziarah dan makan kenduri bersama di lokasi pemakaman tempat keluarga dikebumikan. Orang yang menghadiri ritual kenduri membawa beraneka macam masakan nasi dan aneka kue khas Aceh untuk dimakan bersama usai rangkaian acara.

3. Grebeg Syawal di Yogyakarta
Grebeg Syawal biasanya diselenggarakan pada 1 Syawal atau bertepatan pada hari pertama Lebaran. Di sini akan disajikan gunungan yang terdiri dari hasil bumi seperti sayuran, buah, nasi, dan kacang-kacangan yang disusun mengerucut layaknya sebuah gunung dan diarak oleh abdi dalem mengelilingi kawasan keraton, alun-alun, dan Masjid Agung.

4. Malaman di Lampung
Malaman dilakukan pada malam takbir, sehari jelang Idulfitri. Anak-anak dan remaja laki-laki akan menyusun batok-batok kelapa di halaman rumah mereka hingga menjulang setinggi satu meter bahkan lebih. Menjelang Lebaran, akan ada banyak batok kelapa yang tidak terpakai sisa masak rendang. Usai disusun, batok kelapa dibakar hingga api tampak menjulang dan anak-anak bersorak kegirangan.

5. Sungkem Telompak di Magelang
Tradisi ini diikuti masyarakat lereng bara Gunung Merbabu sebagai bentuk syukur atas ketersediaan air di mata air Telompak di Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Usai berdoa dan memasang sesaji yang dipimpin seorang juru kunci, mereka menggelar kesenian tradisional Campur Bawur di mata air itu.

6. Perang Topat di Lombok
Dalam tradisi ini, warga akan saling melempar ketupat seusai berdoa dan berziarah di Makam Loang Baloq di kawasan Pantai Tanjung Karang dan Makam Bintaro di kawasan Pantai Bintaro. Mereka percaya melempar ketupat akan mengabulkan doa. Perang ketupat ini merupakan simbol kerukunan umat Hindu dan Islam di Lombok yang diikuti oleh umat Islam dan Hindu.

7. Meriam Karbit di Pontianak
Festival Meriam Karbit sudah menjadi ajang perlombaan tahunan tiap Lebaran tiba. Konon, meriam karbit ditembakkan untuk mengusir kuntilanak. Festival diadakan di tepian sungai Kapuas dengan menampilkan sejumlah meriam karbit yang dihias berwarna-warni. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lebaran, tradisi unik

Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top