Trump Tunjuk CEO Johnson Co, Woody Johnson, Duta Besar AS untuk Inggris

Johnson (70 tahun) merupakan Chief Executive Officer Johnson Co di New York, yang merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang manajemen aset.
Aprianto Cahyo Nugroho | 23 Juni 2017 10:29 WIB
Presiden AS Donald Trump menunjuk Woody Johnson sebagai duta besar AS untuk Inggris. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Presiden AS Donald Trump menunjuk Woody Johnson sebagai duta besar AS untuk Inggris.

Johnson (70 tahun) merupakan Chief Executive Officer Johnson Co di New York, yang merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang manajemen aset.

Menurut pernyataan Gedung Putih yang dilansir Reuters, Johnson meraih gelar sarjana dari Universitas Arizona dan telah bertugas di Dewan Ekspor Presiden dan Komisi Presiden untuk Gedung Putih. Dia juga merupakan cicit dari pendiri produsen produk perawatan kesehatan, Johnson & Johnson.

Setelah resmi menjabat, Johnson akan menggantikan perdana menteri sebelumnya, Matthew Barzun, yang diangkat mantan presiden Barack Obama 2013 silam.

Posisi Duta Besar Inggris secara historis diberikan kepada pendukung kampanye penting. Johnson telah menyumbang kampanye untuk Republik selama berberapa tahun terakhir dan telah lama mengenal Trump.

Johnson mendukung Trump pada kampanye presiden 2016 lalu dengan menyumbang US$349.000 kepada komite Trump Victory, yang membagi sumbangan kepada kampanye Trump, Komite Nasional Republik dan partai Republik negara bagian.

Isyarat

Menurut catatan Komite Pemilu Federal, komite tersebut melaporkan menerima sebagian besar uang tersebut (US$249.000) pada 10 November 2016, dua hari setelah pemilihan Trump.

Sebelumnya Trump sudah mengisyaratkan pilihannya in ipada bulan Januari dengan membuat pengumuman langsung saat jamuan makan siang di hotel barunya di Washington. Saat memberi ucapan selamat kepada Johnson, Trump menyebut dia sebagai "duta besar" dan mengatakan bahwa dia akan "pergi ke Saint James," yang mengacu kepada gelar resmi Inggris untuk utusan asing.

Johnson akan menghadapi tantangan yang muncul dalam enam bulan sejak Trump menjabat, terutama bagaimana menstabilkan hubungan AS – Inggris di dunia pasca Brexit dan bagaimana cara menghadapi warga orang Inggris yang telah menunjukkan permusuhan terbuka terhadap Presiden AS.

Trump tidak melihat sambutan hangat jika dia melakukan perjalanan, gagasan yang tidak biasa dalam sebuah hubungan yang erat terikat saat Protes AS dan Inggris pecah di London setelah dia diundang, dan lebih banyak diharapkan jika dan kapan Trump membuat perjalanan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Donald Trump

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top