KASUS NOVEL BASWEDAN: Saksi Kunci Lihat Betul Pelaku Penyiram Air Keras

Polisi saat ini tengah memeriksa seseorang yang disebut sebagai saksi kunci dalam kasus penyiraman air keras ke wajah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan.
Juli Etha Ramaida Manalu | 21 Juni 2017 15:43 WIB
Ilustrasi: Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian berjalan memasuki gedung KPK, Jakarta Senin (19/6/2017). Kedatangan Kapolri ke markas lembaga antirasuah itu untuk membahas pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. - Antara/Hafidz Mubarak A

Kabar24.com, JAKARTA - Polisi saat ini tengah memeriksa seseorang yang disebut sebagai saksi kunci dalam kasus penyiraman air keras ke wajah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan.

Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto pihaknyabelum mengetahui berapa lama atau berapa kali pemeriksaan harus dijalani saksi yang dirahasiakan identitasnya tersebut. Menurut Setyo, saksi itu melihat betul pelaku sehingga bisa mengidentifikasi ciri-cirinya.

"Nanti mungkin pemeriksaan pertama, nanti ada pemeriksaan tambahan karena yang bersangkutan melihat betul pelaku jadi bisa mengidentifikasi dan melihat ciri-ciri yang bisa ditindaklanjuti teman-teman Inafis untukk me-recognize seperti apa mukanya. Dari sketsa mungkin bisa jadi gambaran utuh," kata Setyo, Rabu (21/6/2017).

Selain mendapatkan saksi kunci yang berpotensi memberi petunjuk mengarah pada pelaku,menurut Setyo, dalam waktu dekat pihak penyidik juga akan memintai keterangan Novel di Singapura.

Selama ini, polisi belum bisa memintai keterangan Novel untuk dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan dengan alasan tidak mendapat izin dari dokter yang menanganinya. Namun, menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan pihaknya sudah pernah berkomunikasi dengan Novel.

Selain dengan Novel, pihaknya juga menggandeng KPK. Kedua belah pihak menjalin komunikasi dan saling mengabarkan perkembangan terakhir terkait kasus ini.

"Tim lagi bergerak, kita sudah sepakat dari KPK melakukan penggandengan tetapi bukan joint investigation ya," kata Setyo.

Menurut Iriawan, pemecahan kasus ini menjadi sulit karena berbeda dengan sejumlah kasua lain yang memiliki bukti cukup jelas.

Pada.kasus Novel, sejumlah bukti seperti cctv dan cangkir yang diduga digunakan sebagai wadah cairan untuk menyiram Novel tidak cukup untuk menuju ke pelaku.

Hingga saat ini, kepolisian telah memeriksa sekitar 56 orang saksi terkait kasus ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
novel baswedan

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top