Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Manajemen Kalibata City Bantah Naikkan Tarif Listrik & Air Sepihak

Manejemen Kalibata City menolak tuduhan penghuni rumah susun Kalibata terkait kenaikan tarif listrik dan air secara sepihak.
Deliana Pradhita Sari
Deliana Pradhita Sari - Bisnis.com 11 Juni 2017  |  18:48 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Manejemen Kalibata City menolak tuduhan penghuni rumah susun Kalibata terkait kenaikan tarif listrik dan air secara sepihak.

Kendati begitu, pihaknya akan meladeni gugatan warga yang telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan No.339/Pdt.G/2017/PN.Jkt.Sel.

General Manager Kalibata City Ishak Lopung mengatakan manajemen Kalibata telah menjalankan aturan di Kalibata City sesuai perundang-undangan yang berlaku. Dia menolak dengan tegas apabila manajemen dituduh menaikkan tarif listrik dan air secara sepihak.

“Tarif lsitrik kami mengacu pada Permen ESDM No.7 Tahun 2010. Kalau naik ya kita naikan, kalau ada instruksi penurunan tarif ya kami turunkan,” katanya kepada Bisnis, Minggu (11/6/2017).

Tarif dasar listrik rumah tangga, lanjutnya, memiliki biaya pemakaian berbeda pada tiap blok. Untuk batas data 450 VA, maka biaya bebannya Rp11.000/Kva/bulan. Adapun penghitungannya yakni jam menyala dikali daya tersambung dikali biaya pemakaian.

Sementara itu, tarif air telah disesuaikan dengan ongkos yang dipatok Perusahaan Air Minum (PAM) per meter kubik. Adapun Kalibata City masuk kategori pelanggan III A berupa rumah susun sederhana dan golongan IV B yakni gedung bertingkat tinggi/ apartemen. Tarif air minum juga berbeda setip blok pemakaian

Kendati begitu, pihaknya tetap akan meladeni gugatan dari para warga Kalibata City.

“Kami belum mendapatkan relaas panggilan sidang. Kami sedang berkoordinasi menunjuk pengacara,” tuturnya.

Menurut dia, jalur hukum ini dinilai terbaik untuk membuktikan siapa yang benar dan salah. Dia mengaku telah melakukan upaya damai, dialog dan negosiasi dengan para warga tetapi tidak mencapai titik temu.

Keduanya juga telah melakukan mediasi yang ditengahi oleh Dinas Perumahan tetapi juga tidak membuahkan hasil.

“Kami akan memperbaiki sistem Kalibata City tetapi jangan dibombardir terus. Kapan kami kerjanya kalau begini,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apartemen kalibata city
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top