OBOR Percepat Pembangunan Infrastruktur Indonesia

Pemerintah yakin bahwa keikutsertaan Indonesia adalah One Belt One Road Forum for International Cooperation atau OBOR akan mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 16 Mei 2017 03:03 WIB
Luhut B. Pandjaitan. - REUTERS/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah yakin bahwa keikutsertaan Indonesia adalah One Belt One Road Forum for International Cooperation atau OBOR akan mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan dalam kunjungannya ke Beijing, China, guna menghadiri forum tersebut mengatakan bahwa pemerintah Indonesia sudah mempersiapkan paket proyek infrastruktur seluruh Indonesia.

Dia menjelaskan bahwa pemerintah memiliki strategi untuk melakukan pembangunan berkesinambungan antara Jawa dan luar Jawa.

“Itu yang kita coba tawarkan ke China untuk bisa menjadi satu bagian pembangunan secara berkelanjutan," ujarnya melalui siaran pers yang diterima Bisnis, Senin (15/5/2017).

Menko Luhut menyebut beberapa macam proyek yang ditawarkan antara lain; proyek konektivitas dan transportasi di Manado, Sulawesi Utara. Dia mengambil contoh di Indonesia bagian Timur yakni di Manado, lapangan terbang Manado mencapai maksimal dan tidak bisa diperpanjang lagi karena terhambat gunung.

“Sekarang panjangnya 2800 meter. Lalu ada satu area disana yang bisa kita kembangkan lagi jadi ada satu area disana, beberapa ribu hektar yang bisa kita kembangkan. Gubernurnya sudah menawarkan wilayah itu," katanya.

Nantinya pembukaan pusat transportasi dan akomodasi baru yang dapat menghubungkan Indonesia bagian Timur dengan luar negeri juga termasuk dalam proyek yang akan dipaparkan kepada calon penanam modal.

"Kami juga berencana membangun rel kereta api dari Gorontalo ke Bitung, sehingga bisa menjadi hub di wilayah timur [Indonesia]. Bitung itu lokasinya cukup strategis, kalau ditarik garis lurus itu bisa menuju Darwin [di Australia] dan kalau ditarik garis lebih jauh lagi, bisa sampai Jepang," ujar Menko Luhut.

Mantan Kepala Staf Presiden ini juga menuturkan, untuk wilayah Indonesia bagian Tengah, ada beberapa penawaran seperti pembangunan PLTA. Misalnya, di Kalimantan Utara pemerintah menawarkan hydro power. Pasalnya, disana ada potensi hydropower sebesar 7700MW.

“Mungkin kita tawarkan 3 tahap atau 4 tahap, mimpi kita nanti kita ingin bangun alumunium smelter disana," tuturnya.

Menurut Menko Luhut, proyek-proyek tersebut tidak hanya berada di wilayah Indonesia bagian Timur dan Indonesia bagian Tengah, tetapi juga ada yang di Barat seperti pembangunan perpanjangan jalur kereta api dari Kuala Tanjung yang akan disambungkan ke wilayah Danau Toba, Duri, Dumai dan Pekanbaru.

Dia menjelaskan jika investasi bisa terwujud, yang penting adalah kedua negara bisa mendapat keuntungan dan transfer teknologi kepada karyawan lokal merupakan syarat mutlak.

Sebagai informasi, konferensi tingkat tinggi pembahasan OBOR ini diikuti 50 negara termasuk 29 kepala negara dan kepala pemerintahan seperti PM Malaysia Nadjib Abdul Razak dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Tag : obor, Luhut Pandjaitan
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top